KKN 4.0, LP3M UMRAH Sertifikasikan DPL

0
153
BERJUMLAH 30 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 4.0 UMRAH mengikuti jalannya pelatihan dan sertifikasi yang digelar LP3M. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Sebagai lembaga penting internal kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), telah menjadikan kewajiban Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LP3M) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2019.

Untuk tahun ini, UMRAH mengangkat tema ’Melalui KKN 4.0 UMRAH, Membuat Desa Berdaya di Era Revolusi Industri 4.0’.

Melaksanakan itu, LP3M UMRAH menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 4.0.

Kegiatan itu dilaksankan di Ruang Serbaguna Lantai 3 Rektorat UMRAH di Dompak, Rabu (3/7).

Pada pelatihan dan sertifikasdi itu, hadir sebagai narasumber, Wakil Rektor I Prof. Dr. rer nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si., Ketua LP3M UMRAH Dr. Viktor Amrifo, S.Pi, M.Si dan Sekretaris LP3M UMRAH Henky Irawan, S.Pi, MP, M.Sc.

Dalam materinya Prof Rayandra, menerangkan bahwa program KKN itu merupakan satu instrumen penting yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang utuh

”Program KKN itu merupakan satu instrumen penting, yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang utuh. Baik hard skill maupun soft skill. Hard skill diperoleh dibangku kuliah seperti teori-teori, konsep-konsep sesuai mata kuliah di bidangnya. Namun, untuk soft skill itu lebih banyak diperoleh melalui pengalaman atau pembiasaan ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya melalui program KKN,” terang Prof. Rayandra

KKN ini akan direvitalisasi di UMRAH ini, artinya nanti diseluruh prodi yang ada harus melaksanakan KKN.

Disamping untuk pelatihan KKN ini, juga untuk menerapkan teori-teori di dalam real life di tengah-tengah masyarakat.

Mahasiswa juga bisa mengembangkan potensi diri, atau talenta di luar dari kompetensi utamanya.

Sehingga mahasiswa diharapkan bisa lebih arif, bijaksana, mampu melakukan problem solving dengan baik serta memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking).

Kemudian, lanjutnya, mahasiswa dapat menghasilkan ide-ide baru (creative thinking) dari pengalaman bersama masyarakat.

”Mereka akan mengetahui potensi, apa yang ada di masyarakat itu dan bagaimana mengelolanya. Dengan demikian Mahasiswa yang kita hasilkan itu adalah mahasiswa yang ’utuh’, dari sisi teori dia bagus dan dari sisi implementasi aplikasi juga mantap, serta disisi lain soft skillnya juga bagus,” jelas Prof. Ray pada materinya dihadapan para Dosen Pembimbing Lapangan KKN 4.0 UMRAH.

Pada Kesempatan yang sama secara parallel materi dilanjutkan ke narasumber lainnya, yakni Ketua dan Sekretaris LP3M UMRAH Dr. Viktor Amrifo. Ia menuturkan, KKN ini akan terintegerasi dengan berbagai program dari instansi-instansi terkait.

”Kita akan bangun kemitraan yang lebih luas. Tidak hanya level provinsi saja, maka kita akan memperluas menjadi regional, nasional bahkan internasional,”ungkap Dr. Viktor Amrifo kepada Dosen Pembimbing Lapangan KKN 4.0 UMRAH yang mengikuti kegiatan Sertifikasi DPL.

Ada sesuatu yang berbeda, untuk KKN Tahun 2019 ini dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Sekretaris LP3M UMRAH Henky Irawan Hasil KKN 4.0 ini, akan dijadikan sebagai bahan publikasi bersama oleh DPL. Serta hasil KKN 4.0 ini akan dijadikan sebagai bahan publikasi bersama oleh dosen DPL dan mahasiswa. ”Agar ada nilai tambah bagi DPL, sehingga diharapkan betul-betul bertanggungjawab dalam membimbing,” kata Henky, Sekretaris LP3M UMRAH.

Tidak hanya sekedar menghantar mahasiswa KKN ke lokasi, namun di era revolusi industri 4.0 ini teknologi sudah lebih maju. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here