KKN Jadi Sharing Ilmu Pengetahuan

0
850
PEMAPARAN: Salah satu mahasiswa dari peserta KKN sedang memaparkan kegiatan kepada Dosen pembina Jumsurizal (kanan) dan mahasiswa lainnya. F-ADLY BARA HANANI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaporkan hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler 2017. Masing-masing kelompok mempresentasikan sebagai sharing atau berbagi seluruh kegiatan di tempat yang telah dilaksanakan kepada mahasiswa lain didepan dosen pembina di Gedung Rektorat UMRAH di Dompak, Sabtu (16/9).

Secara bergilir, masing-masing kelompok mempresentasikan program-program unggulan yang dilaksanakan di tengah-tengah masyakat.
Mulai dari kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti, seminar, diskusi, pelatihan, olahraga, gotong royong serta kegiatan lomba-lomba pada hari besar seperti 17 Agustus.

Dosen pembinan KKN Jumsurizal mengatakan, pada program KKN mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatannya dengan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Kepri Butuh Jurusan Pariwisata dan Kelautan

Secara langsung, mahasiswa harus mampu menemukan, merumuskan, memecahkan serta menanggulangi permasalahan masyarakat secara pragmatis. ”Mahasiswa dapat memberikan pemikiran, berdasarkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah kepada masyarakat. Tujuannya, untuk menumbuhkan serta mempersiapkan kader-kader pembangunan untuk ke depannya,” ujar Jumsurizal, kemarin.

Dengan mempresentasikan kegiatan KKN ini, maka akan terlihat mahasiswa tersebut apakah mampu mengkaji fenomena-fenomena sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Sehingga, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi mengaplikasikan teori yang telah didapatkan di kampus untuk membawa perubahan di tengah-tengah masyarakat.

Begitu juga sebaliknya, masyarakat akan belajar kepada mahasiswa tentang apa yang didapatnya dari bangku kuliah. Salah satu mahasiswa yang mengikuti presentasi laporan KKN Herry menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan selama turun mengabdi ke masyarakat di Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.

Baca Juga :  Mahasiswa Stisipol Bahas Pendidikan Natuna

Di antaranya, berbagai pengalaman dapat dilaksanakan bersama mahasiswa kepada masyarakat sekitar. Tak hanya sekedar menjalankan program kegiatan yang sudah direncanakan, namun kebersamaan sehari-hari dengan warga merupakan pengalaman luar biasa.

Sebab, masyarakat desa memiliki karateristik berbeda dan bersifat tradisional. ”Kami melihat apa potensi yang ada di desa tersebut. Salah satunya adalah pariwisata, dan kawasan wisata pantai Batu Berdaun merupakan salah satu destinasi yang ikonik di Lingga,” sebut Herry.

Tidak hanya itu, ia pun bersama mahasiswa lainnya juga menggelar pelatihan untuk warga setempat seperti mengola ikan bilis. Karena, ikan bilis merupakan salah satu potensi ekonomi warga Desa Batu Berdaun yang diolah menjadi beberapa produk makananan yang bernilai ekonomis.

Baca Juga :  Mahasiswa Lakukan Lomba Cerdas Cermat

Menurutnya, peran mahasiswa sangat dibutuhkan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa saat Kukerta. ”Saya bersama kelompok mengajak masyarakat membuat suatu tempat di pantai tersebut, dengan hiasan unik yang mampu menarik kunjungan wisata untuk sekedar berfoto,” ungkapnya. Menurutnya, dengan cara-cara kreatif masyarakat dapat mengeliatkan ekonomi bagi sekitar. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here