KKP Upayakan Tol Laut Bisa Menampung Ikan

0
398
SEKJEN KKP RI Nilanto Perbowo beri keterangan terkait rencana kapal Tol Laut bisa memuat ikan.f-istimewa

NATUNA – Banyak nelayan Natuna yang berada di wilayah kecamatan terluar, mengeluhkan sulitnya menjual hasil tangkapan ikan untuk dibawa langsung ke Sentral Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Selat Lampa.

Hal ini lantaran jarak tempuh yang teramat jauh, sehingga banyak nelayan lebih memilih menjualnya ke wilayah Kalimantan.

Ditambah lagi, dari hasil menjual ikan di luar harganya lebih tinggi dibandingkan dengan menjualnya ke Selat Lampa. Karena, harus mengeluarkan ongkos minyaknya yang lebih tinggi lagi.

”Kendala bagi kami di sini adalah, menjual ikan hasil tangkapan. Karena ketiadaan transportasi angkut ikan ke SKPT. Jika kita harus membawanya langsung jelas memakan biaya minyak yang lebih banyak,” kata Ilham, Nelayan asal Kecamatan Subi, Minggu (24/3).

Baca Juga :  Gagal CPNS Dipertimbangkan P3K

Ia mengatakan, hampir rata-rata nelayan di Subi menjual hasil tangkapan ikan ke wilayah kalimantan tepatnya Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Terkadang banyak nelayan, hanya menunggu datangnya kapal angkut yang singgah ke daerahnya.

”Kalau kita diharuskan menjual ikan ke SKPT Selat Lampa, sudah pasti rugi apalagi harganya berbeda dengan menjualnya ke luar,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Arman, nelayan asal Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna.

Ia menyampaikan, setiap melaut dirinya selalu membawa hasil tangkapannya langsung ke Kecamatan Selakau. Karena, harga jual ikan disana lebih tinggi dibanding di SKPT.

”Kami lebih memilih menjual keluar, dibandingkan ke SKPT selat lampa. Karena sudah mengeluarkan minyak lebih, harga jualnya pun rendah,” paparnya.

Baca Juga :  Kemenhub Semena-mena di Kepri

Ia mengharapkan, apabila ada kapal angkut yang bisa membawa hasil tangkapan di wilayah Kecamatan Serasan, Subi maupun Midai dengan harga jualnya lebih tinggi dibandingkan dengan di Selakau. Sehingga, jelas banyak nelayan yang akan beralih.

”Kita mau menjualnya kesana sudah jauh, banyak pengeluaran pula. Tapi jika ada transportasi yang bisa membawanya, dan harganya lebih mahal daripada menjual di luar. Sudah pasti banyak nelayan yang ingin menjualnya di SKPT,” harapnya.

Menanggapai hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo mengatakan, pihaknya akan mencoba mengupayakan kapal tol laut agar dapat menampung hasil perikanan dari nelayan dari kecamatan terluar dari Ibukota Ranai.

”Kita akan berusaha mengupayakan fasilitas tol laut, untuk mengangkut hasil tangkapan nelayan Natuna di perbatasan. Sehingga, pemanfaatan hasil nelayan bisa langsung diperoleh dan dipasarkan melalui SKPT,” jelas Nilanto Perbowo, ketika hadir dalam acara di SKPT Selat Lampa.

Baca Juga :  Turis Cina Disambut Tari Melayu

Selain itu, Ia juga akan mencoba mencari solusi untuk harga beli dari nelayan. Sehingga persoalan harga ini, bisa juga menguntungkan bagi para nelayan perbatasan.

”Kita akan mengupayakan juga, agar harga beli ini bisa menguntungkan para nelayan bukan malah merugikan. Kita akan berusaha semaksimal mungkin, untuk dapat memberikan yang terbaik bagi para nelayan,” harapnya. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here