KLH Segera Angkut 80 Ton Sludge Oil

0
815
LIMBAH: Selain sludge oil, rombongan KLH pusat meninjau lokasi pengumpulan limbah B3 di kawasan Lagoi, bersama Edi Martha, kemarin. f-istimewa/dlh bintan

Penanganan Pencemaran Limbah di Lagoi

Bintan – KABAR gembira untuk nelayan dan pengusaha pariwisata di Bintan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI segera mengangkut dan menangani limbah minyak hitam (sludge oil), yang mencemari laut dan pantai selama ini. Tahap awal, ada sekitar 80 ton limbah yang segera diangkut.

Kabid Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan Muhammad Hasim menjelaskan, sejak tiga hari lalu, tim KLH dari pusat Jakarta menyurvei daerah Sekera (Binut), kawasan Lagoi dan Pengudang serta Berakit (Teluk Sebong), dan sepanjang pantai Trikora (Gunung Kijang). Mereka mengecek limbah minyak hitam yang terdampar.

”Khusus di kawasan Lagoi, ada 80 drum atau 80 ton limbah sludge oil yang sudah dikumpulkan pengelola. Nah, limbah ini segera diamankan atau diangkut oleh KLH RI, ke Batam. Kemudian ditangani untuk pemusnahannya,” kata Hasim, Kamis (23/3) kemarin.

Kepala DLH Kabupaten Bintan Afrizal Bahar menjelaskan, program penanganan limbah sludge oil yang mencemari pantai Bintan ini, akan terus dijalankan sampai tahun-tahun berikutnya. KLH pusat sudah menganggarkan untuk penanganan pencemaran limbah di Bintan, terhitung sejak tahun anggaran 2017 ini.

Ke depannya, Pemkab Bintan akan menyediakan lokasi di luar kawasan Lagoi, untuk pengumpulan limbah itu. Kemudian, limbah itu diangkut ke Batam. Selain itu, KLH pusat juga bakal menyediakan teknologi penghancuran limbah di kawasan perbatasan perairan Bintan dengan luar negeri.

Sehingga, limbah tidak ada lagi yang terdampar di pantai kawasan wisata maupun di daerah tangkapan nelayan.

”Tapi untuk tahap, penanganan limbah ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengangkut. Untuk penerapan teknologi penghancur limbah, itu untuk tahap berikutnya,” jelas Afrizal Bahar.(Yusfreyendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here