Klub di Bintan Ngebet Berlaga dengan PSTS

0
469
WALI KOTA CUP: Tim PSTS Tanjungpinang bersama tim Rasa Sayang berlaga di lapangan stadion Sulaiman Abdullah, pada ajang Wali Kota Cup 2017, baru-baru ini. f-yendi/tanjungpinang pos

Musril: Pengurus Cepat Ngumpul, Siapkan SSB

TANJUNGPINANG – BEBERAPA klub di Bintan ingin sekali berlaga kembali dengan PSTS Tanjungpinang, ketika absen di ajang kompetisi Kelong Cup maupun Busung Cup 2017. Terutama bagi klub yang hanya bermain imbang saat menghadapi PSTS, di open turnamen Wali Kota Cup lalu.

Seperti Porges FC sang finalis di ajang Kelong Cup 2017. Porges FC saat mengikuti Wali Kota 2017 lalu, bermain imbang 0-0 atas PSTS Tanjungpinang. Namun dalam drama adu penalti, Porges FC dengan materi pemain kolaborasi tim Liga 3 PS Bintan kalah 6-7. Sehingga Porges FC tersingkir di laga perdana penyisihan Wali Kota Cup, yang menerapkan sistem gugur di penyisihan awal itu. ”Lawan Rasa Sayang 0-0. Lawan Porges, PSTS sebagai tim unggulan kena tekan habis, skor juga 0-0,” kata Amzar Al Azid, sang kapten Porges FC.

Pada babak enam besar Wali Kota Cup dengan sistem setengah kompetisi, PSTS Tanjungpinang berada di grup B, bersama klub Rasa Sayang dan Mitra Singkep. Di laga ini, PSTS bermain imbang 0-0 dengan Rasa Sayang, dan menang tipis 1-0 atas Mitra Singkep. Sementara, Rasa Sayang kalah saat berhadapan dengan Mitra Singkep.

Sehingga, PSTS lolos ke semifinal sebagai juara grup B, bersama Mitra Singkep sebagai runner-up. Sedangkan Rasa Sayang mengoleksi angka 1 poin, tidak berhak lolos ke babak selanjutnya. ”Kami tidak dikalahkan (PSTS), kami bisa bertahan imbang 0-0, meski dengan jumlah pemain yang hadir 11 orang. Next event kita coba lagi,” ujar Welly, pelatih Rasa Sayang.

Di ajang Kelong Cup 2017, Rasa Sayang meraih juara keempat, setelah dikalahkan Porden A binaan Azman anggota DPRD Bintan pada perebutan juara ketiga, Kamis sore lalu. Sedangkan Porges FC menjuarai ajang ini, setelah mengalahkan Shark FC (juara 2) di ajang final, Jumat (10/11) kemarin. Di laga final, pertandingan imbang 1-1. Porges FC juara setelah menang adu penalti atas Shark FC, 4-3.

Ritar (29) seorang pemain klub sepak bola di Km 18 mengatakan, timnya ngebet untuk melakukan uji coba dengan PSTS Tanjungpinang. Namun, di ajang kompetisi belum pernah bertemu. ”Kami juga ngebet ingin berlaga dengan PSTS. Meski dalam ajang persahabatan,” ujarnya.

Bina SSB
Pengurus PSTS Tanjungpinang merasa bangga, ketika para pecinta sepak bola maupun klub di Kepri ini, mengevaluasi atau membicarakan tentang PSTS Tanjungpinang. ”PSTS bangkit untuk memotivasi sepak bola dan klub yang ada, agar prestasi semua klub bisa bangkit pula,” kata Musril, Komite Keuangan PSTS Tanjungpinang, Jumat (10/11) kemarin.

”Selanjutnya, PSTS bakal melangkah ke pembinaan sepak bola melalui SSB,” sambungnya.

Untuk menjalankan pembinaan melalui SSB ini, Musril mengusulkan dilakukan pertemuan pengurus, sebelum akhir tahun 2017 ini. Dalam pertemuan itu diminta masukkan atau saran dari masing-masing pengurus, sesuai komitenya. Terutama saran dari pengurus yang sudah banyak membina atau membawa klub-klub di Tanjungpinang sekitarnya, selama ini.

Sehingga, lanjut Musril, apa yg dirasakan oleh manajer tim yang hanya membawa pemain selalu berpindah-pindah klub di ajang tarkam, bisa menjadi catatan untuk pembinaan SSB PSTS ke depan. Pembinaan seperti ini akan mengabiskan biaya besar, tapi tidak ada memberikan dampak terhadap tim asal pemain itu sendiri. Karena pada turnamen selanjutnya, pemain tersebut bakal berpindah lagi.

Makanya, tambah Musril, sudah saatnya digalakkan pembinaan melalui SSB, di ibu kota Provinsi Kepri ini. Sudah ada beberapa klub yang membina kelompok usia dini. ”Sekarang, tinggal PSTS yang menjadi pelopor pembinaan SSB, yang lebih terarah dan menuju profesional. Saran saya, pengurus PSTS cepat ngumpul, siapkan SSB,” tutup Musril.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here