KM Bukit Raya Sandar di Pelabuhan Letung

0
700
KAPAL KM Bukit Raya saat sandar perdana di Pelabuhan Letung setelah 25 tahun lamanya diharapkan bersandar di pelabuhan itu. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Setelah 25 tahun lamanya, akhirnya kapal KM Bukit Raya bisa bersandar di Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas dan ribuan warga memadati sepanjang pelabuhan untuk menanti sandar perdana KM Bukit Raya, Minggu (8/4) sekitar pukul 22.07 WIB.

ANAMBAS – Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Jemaja Ubaidilah langsung menggelar prosesi adat seperti tepung tawar yang disaksikan ribuan warga Kecamatan Jemaja dan membaca doa bersama.

Kegiatan itu ungkapan rasa syukur suksesnya kapal tersebut melakukan sandar perdana di Pelabuhan Letung. Rombongan dari PT Pelni dan nakhoda KM Bukit Raya disambut meriah dengan gendang khas Melayu untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat yang sudah menunggu penantian sandar kapal itu selama 25 tahun lamanya.

”Kami masyarakat sangat gembira dan terharu, bahwa penantian dan impian kami terwujudkan. Sudah 25 tahun penantian ini, dan akhirnya KM Bukit Raya sandar juga,” kata Ubaidilah, selaku Ketua LAM Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas ketika menyampaikan patatah petitihnya di hadapan tamu dan rombongan yang hadir, Minggu (8/4).

Ia juga mengatakan, selama ini masyarakat Jemaja yang hendak berlayar menggunakan kapal tersebut harus bersusah payah menaiki kapal ke tengah laut. Bahkan tidak sedikit merasa khawatir yang tinggi, ketika naik turun tangga dilakukan di tengah laut akibat KM Bukit Raya hanya bisa labuh jangkar.

”Kini kami sangat terharu dengan terwujudnya impian ini. Mudah-mudahan hal ini bukan hanya sebatas seremonial saja, dan kami percaya KM Bukit Raya akan terus sandar di Pelabuhan Letung. Kami berharap, Pelabuhan Letung dapat diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia yakni bapak Joko Widodo,” sebut Ubaidilah.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Perhubungan dan lingkungan Hidup (Dishub dan LH) Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman mengungkapkan, bahwa harapan dan keinginan masyarakat kini sudah diwujudkan oleh seluruh pihak ikut serta dalam mendorong hal ini.

Ia juga meminta kepada pihak PT Pelni untuk dapat senantiasa melayani pelayaran di Anambas dan tidak mengalihkan jadwal pelayaran ke daerah lain apalagi ketika musim utara tiba, dan jelang perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

”Kami harapkan kepada pihak PT Pelni dapat memberi jaminan secara pasti, terkait pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat Anambas. Kita Pemda tetap mendukung program Nawacita Presiden RI yang menjangkau konektivitas di seluruh wilayah di Indonesia. Mari kita membantu masyarakat dalam membutuhkan pelayanan transportasi,” tutur Nurman.

Selain dari kebutuhan moda transportasi laut yang sudah terwujudkan, lanjut Nurman, Pemda yang dibantu oleh Pemerintah Pusat terus menggesa pembangunan lanjutan runway Bandara Letung milik Pemda dan ditargetkan maskapai dengan pesawat jet Boeing akan mendarat di Bandara Letung.

Selain itu Vise Presiden PT Pelni Laode Muhiri mengatakan, bahwa pihaknya menjamin akan tidak ada perubahan tentang sandarnya kapal KM Bukit Raya di Pelabuhan Letung. ”Saya sebagai yang diberi amanah menyatakan, bahwa KM Bukit Raya akan terus sandar di Pelabuhan Letung. Masyarakat jangan khawatir tentang hal tersebut,”ucap Laode saat itu.

Ia juga mengatakan, bahwa ketika hendak sandar kapal ke Pelabuhan Letung tidak mengalami kendala apapun. Ia mengapresiasi kepada semua pihak, bahwa pelabuhan yang dibangun sangat layak dan posisinya juga sudah tepat bagi KM Bukit Raya.

Ia menambahkan, jika di Pelabuhan Midai sebelumnya ada sedikit mengalami kesulitan ketika hendak melakukan sandar akan tetapi sukses juga sandar kapal kemarin. ”Pembangunan Pelabuhan Letung sudah sangat tepat posisinya, dan ketika kapal sandar tidak mengalami kendala apapun. Tapi perlengkapan di pelabuhan yang harus dipersiapkan, agar masyarakat dapat menikmati pelayanan yang baik pula,” pesannya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here