KNTI Bintan Minta Dana Desa Diprioritaskan untuk Nelayan

0
130
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto didampingi Ketua DPD KNTI Bintan Syukur Hariyanto menjelaskan tentang pembangunan nelayan tradisional, usai membuka dialog pembangunan desa, di Kawal, Gunung Kijang, Senin (8/4) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

KAWAL – DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan meminta pemerintah untuk membuat kebijakan khusus, agar dana desa diprioritaskan untuk pengembangan nelayan. Sehingga, tingkat kesejahteraan nelayan tradisional di Bintan, menjadi baik.

Hal ini dikemukakan Ketua DPD KNTI Bintan Syukur Hariyanto alias Buyung, di sela dialog pembangunan desa di Aula Kantor Camat Gunung Kijang, Senin (8/4). Dialog ini membahas tentang membangun desa pesisir di Bintan melalui pemberdayaan nelayan, demi terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menurut Buyung, porsi anggaran untuk pengembangan nelayan tradisional di Bintan, masih minim. Padahal, dari 10 kecamatan yang ada, 5 diantaranya mayoritas terdiri dari masyarakat nelayan. Yakni Kecamatan Tambelan, Bintan Timur, Mantang, Bintan Pesisir dan Gunung Kijang. Tapi, di daerah ini masih minim fasilitas listrik maupun tambatan perahu.

”Contoh kecil saja, di Air Glubi tak ada listrik. Kalau musim hujan, para nelayan harus menguras air di perahunya, dalam kondisi gelap-gelapan. Kalau air tidak dikuras, perahunya bisa tenggelam. Kondisi seperti ini yang harus dibangun dalam pengembangan desa,” harap Buyung.

Justru itu, KNTI Bintan berharap alokasi dana desa bisa diprioritas untuk pengembangan nelayan, seperti pelatihan pengolahan hasil tangkapan dan lain sebagainya.

”Kita berharap, pemerintah bisa melihat ini,” sebutnya.

Wakil Gubernur Kepri Isdianto ketika membuka kegiatan ini mengharapkan, agar dialog menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat nelayan. Sehingga ada masukan bagi pemerintah untuk membuat kebijakan, yang mengarah kepada pengembangan masyarakat nelayan.

Isdianto menerangkan, Provinsi Kepri, 96 persen wilayahnya perairan. Hanya 4 persen daratan. Semua stakeholder patut memberikan pengetahuan kepada nelayan, dan bersinergi dengan pemerintah. Sehingga, nelayan tidak hanya melaut. Tapi, bagaimana diberdayakan untuk usaha lain.

”Seperti di Bintan lah, nelayan tradisional sebaiknya dibina untuk mengolah potensi teripang, dan rumput laut. Sehingga, nelayan tradisional di Bintan menerima penghasilan yang lebih besar, dan mapan hidupnya,” ujar Isdianto. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here