Koalisi Anak Pinang Belum Punya Balon

0
515
DISKUSI: Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga (kiri) bersama General Manager Pelindo Tanjungpinang I Wayan Wirawan di Kantor Pelindo di Kijang. f-dokumen/tanjungpinang pos

Tetap Berkomunikasi Politik dengan H Syahrul

TANJUNGPINANG – Hingga saat ini, Partai Golkar belum pernah melakukan komunikasi politik dengan Maya Suryanti. Maya Suryanti sendiri digadang-gadang bakal jadi Wakil Wali Kota Tanjungpinang dari PDIP. Padahal, partai Golkar salah satu partai politik (parpol) di Tanjungpinang, yang mengdukung Maya Suryanti sebagai calon Walikota Tanjungpinang periode 2013-2018, lalu.

Pada saat itu, Maya berpasangan dengan Tengku Dahlan. Saat ini, Tengku Dahlan menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang. ”Saya belum pernah komunikasi dengan Ibu Maya. Tetapi, saya sudah pernah komunikasi dengan Ibu Suryatati A Manan. Dia adalah ibu Maya,” kata Ketua DPD II Golkar Kota Tanjungpinang, Ade Angga kepada Tanjungpinang Pos, (14/9).

Komunikasi yang dibangun Ade Angga dengan Suryatati A Manan, hanya perbincangan biasa hingga menjalin silaturahmi. Ade Angga meminta gambaran dan tanggapan apa yang perlu dlakukan kembali pembenahan atau pembangunan untuk Kota Tanjungpinang ke depan.

Kader partai Golkar ini menilai Suryatati A Manan telah memiliki pengalaman yang cukup luar biasa dalam hal pembangunan. Sebab, perempuan yang suka membaca puisi dan berpantun ini sudah pernah membangun Kota Tanjungpinang selama 10 tahun. ”Bukan doa restu dan berbincang tentang politik. Tetapi lebih dari, apa yang perlu kita lakukan dan berbuat pembenahan Kota Tanjungpinang kedepan lebih baik lagi,” tegas dia.

Kata Angga, memang, Koalisi Anak Pinang (Golkar, Demokrat, PKPI dan PPP) belum menentukan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2018-2023. Karena menurutnya, partai Golkar bersama parpol yang bergabung di Koalisi Anak Pinang perlu kembali duduk bersama. Supaya langkah serta tujuan yang diinginkan Koalisi Anak Pinang bisa terwujud dengan baik.

”Alhamudillah, kita sering komunikasi dengan Pak Syahrul. Dan inikan diantara parpol yang sudah bergabung di koalisi Anak Pinang sedang menjalankan mekanisme di partainya. Seperti PPP. Biarkan dulu mekanisme partai yang dilakukan PPP hingga selesai. Kalau sudah selesai, baru kita akan duduk bersama dengan parpol lainnya, seperti partai Demokrat dan PKPI,” sebut dia.

Kesempatan ini, Pengamat politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengatakan, sah-sah saja, kalau partai Golkar membangun komunikasi politik dengan Maya Suryanti. Karena partai Golkar pernah mendukung Maya Suryanti maju di Pilwako Tanjungpinang, sebelumnya. ”Saya rasa wajar saja. Namanya politik itu dinamis. Jadi, kapan dan di mana saja bisa langsung berubah dengan cepat,” kata Endri.

Kemungkinan, kata dia, yang dibangun komunikasi partai Golkar dengan mantan Walikota Tanjungpinang dua periode, yaitu Suryatati A Manan, bisa jadi dilihat dari posisi Syahrul tidak punya sikap terhadap partai Golkar. Kalau komunikasi politik ini berhasil, partai Golkar akan membangun komunikasi politik yang lebih intens lagi dengan parpol bergabung di koalisi Anak Pinang.

Apakah yang dilakukan partai Golkar akan diterima oleh tiga parpol tersebut. Seperti PPP, partai Demokrat dan PKPI. Karena semua parpol yang bergabung di koalisi Anak Pinang memiliki kepentingan. Kepentingan yang diinginkan parpol, pasti bakal berbeda.”Kita tidak tau, apa kepentingan parpol tersebut,” terang dia.

Sampai saat ini, H Lis Darmansyah dengan Maya Suryanti juga belum melakukan deklarasi sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang. Jadi, katanya, wajar-wajar saja komunikasi politik yang dibangun partai Golkar dengan Suryatati A Manan. Karena sampai saat ini, publik juga melihat dan mendengar bahwa parpol di Kota Tanjungpinang, yang ikut kontenstan politik di tahun 2018 nanti. Sedang mencari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang.

”Kalau saya menilai PDIP tidak khawatir, kalau Pak Lis tidak berpasangan dengan Ibu Maya. Karena PDIP telah mengantongi tiket menuju Pilwako Tanjungpinang. Sebab, PDIP sudah bisa mengendari kendaraan politiknya sendiri. Jadi, tidak pusing untuk mencari wakilnya Pak Lis,” ucapnya.

Yang khawatir, katanya, adalah parpol yang belum cukup untuk mendapatkan tiket menuju Pilwako Tanjungpinang. ”Ini yang sedang dilakukan parpol untuk mencari kendaraan serta pasangan calon yang akan diusung di Pilwako Tanjungpinang tahun 2018 nanti,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here