Koarmabar Gelar Latihan Tempur di Laut Natuna

0
321

TANJUNGPINANG – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan latihan tempur laut di Perairan Laut Natuna Utara. Kegiatan tesebut dilaksanakan selama empat hari, mulai 27 sampai 31 Maret lalu.

Latihan tempur laut tersebut melibatkan lima unsur KRI Koarmabar antara lain KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Lemadang-632, KRI Clurit-641 dan KRI Alamang-644.

Untuk unsur Udara melibatkan 1 Pesawat Patroli Udara Maritim jenis Cassa P-852 serta Pangkalan TNI AL yang terdiri dari Lantamal IV Tanjung Pinang, Lanal Batam, Lanal Ranai dan Lanal Tarempa.

Kegiatan latihan tersebut merupakan gebrakan pertama Laksamana Muda TNI Yudo Margono SE MM dalam mengawali tugasnya sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar).

Yudo Margono menuturkan, tujuan latihan tempur laut untuk mengetahui kesiapan unsur-unsur Koarmabar dalam menghadapi kontinjensi yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah kerjanya.

Selain itu, hal ini dilaksanakan untuk menguji Komando dan pengendalian (Kodal) unsur-unsur dalam pelaksanaan operasi serta uji kemampuan dan kesiapan pangkalan dalam mendukung operasional KRI di daerah operasi.

“Semua ini perlu diuji, mengingat wilayah perairan barat Indonesia memiliki tantangan dan permasalahan yang kompleks dan dinamis, sehingga kecepatan dan kesiapsiagaan unsur-unsur Koarmabar mulai dari KRI maupun Pangkalan dalam mendukung tugas pokok Koarmabar menjadi hal mutlak yang harus dipenuhi. Selain itu, koordinasi dinamis antarsatuan kerja dalam mendukung tugas pokok menjadi kunci utama keberhasilan dalam operasi,” ujarnya dalam siaran pers yang dikirimkan ke redaksi Tanjungpinang Pos.

Dalam Latihan Tempur Laut tersebut, Lanal Batam dijadikan sebagai pangkalan awal dalam pelaksanaan operasi.

Serta unsur-unsur KRI terlibat selama pelayaran melaksanakan serial-serial latihan untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan serta naluri tempur para prajurit dan kerja sama taktis dalam sebuah operasi.

Latihan-latihan tersebut antara lain, melewati medan ranjau, latihan pertahanan udara, latihan komunikasi taktis, latihan manuver taktis, latihan air joining prosedur dengan pesawat Cassa TNI AL.

Latihan Pek Nubika peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, simulasi VBSS serta latihan penembakan meriam.

Selanjutnya seluruh unsur-unsur KRI bergerak menuju Lanal Ranai sebagai pangkalan aju dalam rangka melaksanakan bekal ulang logistik untuk melanjutkan operasi.

Pangarmabar menjelaskan bahwa dipilihnya Lanal Ranai sebagai pangkalan aju dikarenakan situasi Laut Natuna Utara yang dinamis.

Menurutnya, Laut Natuna rawan pelanggaran wilayah, seperti terjadinya konflik Laut Cina Selatan oleh beberapa negara.

Sehingga perlunya penegakkan kedaulatan dan hukum di perairan laut yuridiksi Indonesia khususnya Laut Natuna Utara dengan kehadiran unsur-unsur KRI dalam melaksanakan patroli dan upaya legal.

Serta secara persuasif melakukan pengusiran terhadap nelayan-nelayan asing dari wilayah ZEEI.

“Indikasi-indikasi tersebut yang menjadikan Koarmabar harus lebih tanggap dan cepat dalam meresponnya. Unsur-unsur Koarmabar baik KRI, pesawat udara dan pangkalan harus senantiasa diuji dan didadak. Sehingga kita mengetahui kekurangan-kekurangan apa saja yang menjadi titik lemah dalam mendukung operas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar mengikuti dan memimpin secara langsung latihan di atas kapal markas KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dengan didampingi Danguspurlabar, Asintel Pangarmabar, Asops Pangarmabar, Asintel Guspurlabar dan Asintel Lantamal IV. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here