Komidi Putar Idora

0
266
Nina

MASIH lekat dalam ingatan kita tentang Pasar Malam. Gelapnya langit bukan pertanda ingar-bingar dunia ini sudah usai. Justru baru akan mula. Pasar Malam dengan segenap lanskap permainannya mengajak orang-orang datang, beriang-riang, dan tertawa bersama, sebelum kemudian lelah menyergap dan dibawa pulang.

Kata Pramoedya, “Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang … seperti dunia dalam pasar malam.”

Apa yang kamu ingat tentang Pasar Malam, Idora?

“Komidi putar. Aku selalu antusias meminta diajak naik ke sana.”

Menyenangkan, bukan? Pasar Malam adalah wujud lain pelajaran kehidupan, Idora. Dari wahana komidi putar, kita diajak berpikir tentang putaran hidup. Bahwasanya segalanya tidak melulu diam dan statis. Melainkan sangat dinamis. Kadang kita di atas, bukan sekali di bawah. Kadang kita berdiri tinggi, seringkali juga duduk rendah.

Pelajaran tentang keseimbangan ini ada di komidi putar yang bercahaya itu, Idora.

“Ya,” katamu, “lagi di bawah pengin naik, sudah di atas pengin turun.”

Manusia … manusia … begitulah kehidupan ini dalam skala kecil bernama pasar malam. Kalau ada di sekitar rumahmu, jangan ragu main ke sana lagi, Idora.***

Nama : Nina Idora
TTL : Bintan, 15 Juli 2001
Alamat : Teluk Bintan
Sekolah : SMA Negeri 1 Teluk Bintan
Hobi : Membaca, Jalan-jalan
Buku Bacaan : Bukan Pasar Malam
Karya Pramoedya Ananta Toer

Foto : Nina Syahrian
Narasi : Fatih Muftih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here