Komisi I Pastikan Pemilih Pemula Memiliki KTP-el

0
135
KOMISI I DPRD Kepri saat Sidak di Kantor Disdukcapil Kota Batam, kemarin. f-istimewa/humas dprd kepri

BATAM – Menjelang perhelatan Pemilu serentak 2019 pada April mendatang, Komisi I DPRD Provinsi Kepri terus melakukan pengawasan pelaksanaan tahapan penyelenggaran pesta demokrasi tersebut.

Kali ini pengawasan dilakukan terkait calon pemilih pemula yang pada saat tanggal 17 April nanti berusia genap 17 tahun.

Selain permasalahan calon pemilih pemula, Ketua Komisi I Abdul Rahman mengatakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam harus memperhatikan proses kepengurusan KTP elektronik (KTP-el) yang belum selesai.

”Ada beberapa warga yang mengadu kepada dewan bahwa KTP-el mereka belum selesai juga padahal sudah enam bulan sejak proses perekaman,” kata Abdul Rahman saat melakukan sidak di Kantor Disdukcapil Kota Batam, Jumat (29/3).

Sebagian warga tersebut, menurut penjelasan Abdul Rahman takut kehilangan hak suara mereka atau tidak bisa melakukan pencoblosan jika hingga tanggal 17 April nanti KTP-el mereka belum juga siap.

”Memang sudah ada ketentuan jika belum terdaftar di dalam DPT, warga bisa menunjukkan KTP-el serta KK kepada petugas di TPS dimana ia akan melakukan pencoblosan,” terangnya.

Abdul Rahman juga mengatakan, warga yang belum memiliki atau belum selesai pengurusan KTP-el-nya jangan sampai hilang hak suaranya. Ia meminta kepada pihak disdukcapil agar bisa mengantisipasi hal tersebut. Anggota Komisi I Ruslan Kasbulatov menyoroti tentang jumlah calon pemilih pemula yang pada tanggal 17 April nanti genap berusia 17 tahun. Berdasarkan data yang ia peroleh dari Bawaslu, setidaknya ada sekitar 25 ribu calon pemilih pemula yang nanti pada saat pencoblosan genap berusia 17 tahun dan harus memiliki KTP-el.

”Jumlah tersebut tidak sedikit, jangan sampai mereka sebagai pemilih pemula pas nanti 17 April tidak bisa melakukan pencoblosan karena belum memiliki e-KTP,” tegas Ruslan.

Pihak Disdukcapil diharapkan bisa melakukan jemput bola dengan mendata dan menyiapkan berkas kepengurusan KTP-el untuk mereka.

Berbeda dengan data yang disampaikan oleh Ruslan, Sekretaris Komisi I Sukhri Farial mengatakan jumlah calon pemilih pemula yang pada tanggal 17 April nanti genap berusia 17 tahun sekitar 20 ribuan. Data tersebut ia peroleh dari KPU.

Sukhri meminta kepada pihak Disdukcapil agar bisa memberikan solusi jika memang pada 17 April nanti mereka yang masuk dalam daftar sebagai pemilih pemula belum memiliki KTP-el.

”Setidaknya Disdukcapil bisa mengeluarkan surat keterangan untuk bekal mereka melakukan pencoblosan,” pinta Sukhri.

Wakil Ketua Komisi I Taba Iskandar mengatakan bahwa persoalan KTP-el merupakan persoalan klasik, terutama menjelang dilakukannya Pemilu.

”Warga berbondong-bondong mengurus KTP-el saat momen mendakati Pemilu, ini yang tidak bisa diantisipasi,” ujar Taba.

Baik dari ketersediaan blanko KTP-el, proses perekaman hingga pencetakan dijelaskan Taba hingga saat ini pemerintah kita masih kewalahan. Tetapi Taba juga mengatakan bahwa tanpa KTP-el pun warga bisa melakukan pencoblosan dengan hanya membawa surat keterangan.

”Berdasarkan instruksi pemerintah surat keterangan tersebut bisa dimintakan di RT/RW, kelurahan yang menjelaskan bahwa benar ia adalah warga atau penduduk di lingkungan tersebut,” ungkap Taba.

Selain itu surat keterangan bisa juga dibuat oleh Disdukcapil jika KTP-el masih dalam proses pengurusan atau belum jadi.

Menanggapi hal tersebut Kabid Daftar Kependudukan Disdukcapil Kota Batam Abdul Malik mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah melakukan jemput bola khusus untuk calon pemilih pemula yang belum memiliki KTP-el.

”Kami sudah melakukan jemput bola dengan mengerahkan dua mobil operasional untuk keliling ke sekolah-sekolah,” kata Abdul Malik.

Khusus untuk mengantisipasi lonjakan permohonan pembuatan KTP-el jelang Pemilu ini Disdukcapil akan buka atau tetap melakukan pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu mulai dari minggu ini. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here