Komisi II Tetap Tolak Kenaikan Pas Pelabuhan

0
159
Penumpang yang baru tiba di Pelabuhan Sribintan Pura menunggu jemputan. f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Manajemen PT Pelindo Tanjungpinang akhirnya menunda kenaikan pas pelabuhan, baik di terminal domestik dan internasional. Rencana awalnya, akan diberlakukan tarif baru per 1 Juni, kemarin. Pantuan di pelabuhan, petugas pelabuhan masih menerapkan tarif pas masuk pelabuhan yang lama, yakni Rp5 ribu untuk penumpang, pengantar dan penjemput.

untuk di terminal domestik. Begitu juga di terminal internasional belum naik.  Namun, kenaikan pas pelabuhan tetap diterapkan 1 Juli mendatang.

Rencananya tarif pas masuk pelabuhan di terminal internasional untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dari Rp 35 ribu naik menjadi Rp 40 ribu per orang. Warga Negara Asing (WNA) dari Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu per orang. Masing-masing naik Rp 5 ribu per orang. Di terminal domestik dari Rp 5 ribu jadi Rp 10 ribu. Pengantar dan penjemput dari Rp 5 ribu naik jadi Rp 10 ribu. Terkait ini, Anggota DPRD Tanjungpinang, Syahrial mengaku tetap tidak setuju kenaikan pas pelabuhan. Kalau Pelindo tetap memaksakan menaikkan, ia meminta PT Pelindo selaku pengelola pelabuhan melakukan sosialsiasi minimal tiga bulan, sesuai dengan Permenhub 15 tahun 2014 tang tertuang pada pasal 15 huruf H.

”Terkait hal ini sudah pernah kami dari Komisi II DPRD Tanjungpinang bicarakan ke Kemenhub. Dari hasil konsultasi, bahwa PT Pelindo wajib melakukan sosialisasi tiga bulan jika ingin menaikkan tarif,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (1/6). ”

Hasil komunikasi kami dengan Kemenhub sosialisasi tiga bulan itu tidak maksimal, tetapi wajib,” tambahnya. Bila cara pandang Komisi II DPRD Tanjungpinang, atau ia sendiri salah terkait bunyi aturan tersebut, maka perlu ada lembaga yang menengahi ini.

Syahrial menuturkan, akan membahas persoalan ini nantinya kembali ke Kemenhub bila jadi dinaikkan, sebelum melakukan sosialisasi tiga bulan tersebut. ”Misalnya lembaga DPRD tidak mau menanyakan ini ke Kemenhub, saya atas nama pribadi nantinya akan melaporkan kebijakan Direksi PT Pelindo tersebut, kita ingin mencari kebenarannya,” tuturnya.

Ia mengingatkan manajemen PT Pelindo Tanjungpinang untuk mengikuti aturan, bila tidak kebijakan nantinya akan di adukan ke pengadilan. Sebelumnya, GM PT Pelindo Tanjungpinang, I Wayan menuturkan, bahwa sosialisasi kenaikan tarif pas pelabuhan tidak perlu sampai tiga bulan. ”Bunyinya tidak minimal tiga bulan tapi maksimal, jadi bisa satu bulan, dua bulan atau bahkan tiga bulan,” ujarnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here