Komisi IV Minta Pusat Lebih Perhatikan Budaya Melayu

0
203
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi kepri Sirajudin Nur.

BATAM – Kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang merupakan pilar dasar dalam pembangunan di Indonesia. Tidak hanya itu, saat ini kebudayaan menjadi isu strategis, karena kebudayaan adalah pondasi utama sebuah bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi bidang kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau yang digagas oleh Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau di Hotel Sahid Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (14/11/2019) malam.

Komisi IV selaku mitra Dinas Kebudayaan melalui Sirajudin mengatakan, sangat mengapresiasi diselenggarakannya rapat koordinasi dan evaluasi tersebut.
“Dengan rapat ini, kami berharap bisa menjadikan budaya sebagai dasar dalam pembangunan di Kepri,” kata Sirajudin.

Sesuai dengan moto Provinsi Kepulauan Riau Bunda Tanah Melayu, menurutnya hal tersebut sudah menggabarkan bahwa di Kepulauan Riau menjadikan budaya sebagai pilar utama pembangunan. Untuk menjadikan hal tersebut lebih fokus maka Pemprov Kepri telah memisahkan antara Dinas Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan.

“Pengembangan kebudayaan di Kepri bukan hanya tanggung jawab dinas terkait melainkan tanggung jawab semua pihak termasuk juga pelaku budaya di Kepri oleh sebab itu kita pisahkan dinasnya agar lebih fokus dalam pengembangannya,” ungkap Sirajudin.

Ia berharap kedepan bisa dilakukan rapat koordinasi yang lebih besar lagi yang dihadiri oleh semua pelaku budaya seperti budayawan, seniman dan lain-lain.
“Jadi ke depan kita perlu libatkan semuanya, tidak hanya pemerintah yang mengikuti rapat namun semua pelaku budaya an stakeholder terkait,” harap Sirajudin.

Budaya melayu merupakansapah satu budaya yang harus menjadi prioritas negara dalam pembangunan. Hal tersebut dijelaskan Sirajudin karena dari budaya melayu merupakan asal muasal bahasa Indonesia yang saat ini menjadi bahasa nasional Bangsa Indonesia.

“Pemerintah tidak boleh melupakan hal ini, dari sini (budaya melayu) Bahasa Indonesia itu ada. Maka seharusnya kita bangga akan hal itu dan pemerintah pun harus lebih memperhatikan pengembangan kebudayaan di Kepri ini,” tambahnya. (*/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here