Kondisi Pegawai Pemprov Stadium 4

0
794
FOTO BERSAMA: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat berfoto dengan Gubernur IPDN Prof Ermaya Suradinata di ruang kerjanya, kemarin. F-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Serukan Revolusi Mental

Menurut pandangan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, pegawai Pemprov Kepri sudah stadium 4, terlebih jika ada informasi perombakan. 

DOMPAK – Karena itu, gubernur pun curhat kepada Rektor IPDN Prof Ermaya Suradinata saat menjadi pembicara di depan ratusan ASN di lingkungan Pemprov Kepri terkait revolusi mental gedung Aula Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Jumat (28/4) pagi.

Ia juga berterimakasih kepada Ermaya yang sudah sudi datang ke Kepri untuk memberikan pembekalan kepada ASN di Kepri ini.

Saat ini, lanjut Nurdin, Pemprov Kepri punya tugas pokok pekerjaan rumah yang belum sempurna berjalan. Hanya saja, proses itu harus dilakukan sebagai wujud mendukung program Presiden RI Jokowi, tentang revolusi mental. Selain itu, ASN juga agar bisa bekerja sesuai aturan yang ada. Menegakkan kedisiplinan dan pimpinannya.

”Penyakit ASN kita ini bisa dikatakan seperti sudah stadium 4. Contohnya, waktu ada peraturan masuk pukul 07.30 WIB mereka sudah syok duluan. Atau waktu ada mutasi pegawai, mereka sudah seperti kiamat. Padahal, mutasi di lingkungan pemerintah itu adalah hal yang wajar. Hal seperti inilah yang harus kita benahi, lewat revolusi mental,” kata Nurdin.

Baca Juga :  Cepat Urus KTP, 7 Disdukcapil Dapat Penghargaan

Nurdin juga menjelaskan bahwa perlahan-lahan dirinya telah menanamkan sikap revolusi mental ke masyarakat dengan cara rajin salat subuh di masjid. Ia ingin menanamkan pemahaman kepada masyarakat bahwa salat di masjid adalah sebuah kebutuhan bukan sekedar kewajiban saja.

Nurdin menegaskan, revolusi mental harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Gerakan Nasional Revolusi Mental adalah Gerakan Perubahan untuk Mewujudkan Indonesia yang Maju, Makmur, Sejahtera, dan Bermartabat.

ASN harus menjadi penggerak utama dan sekaligus menjadi teladan terhadap gerakan perubahan yang dimaksud. Keteladanan ASN dapat diwujudkan melalui praktik pelayanan publik yang semakin baik dan nyata kepada seluruh lapisan masyarakat. Itu semua harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Nurdin mencontohkan perubahan mental tersebut dari segi disiplin, peningkatan disiplin dalam bekerja merupakan awal perbaikan kinerja.

Saat ini pegawai sedang berada di zona nyaman, ketika ada perubahan aturan maka pegawai tersebut dituntut harus peka dan mampu keluar dari zona nyaman. Pemerintah sendiri telah mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai upaya percepatan restorasi sosial bangsa Indonesia melalui Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016.

Seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan segenap masyarakat diajak untuk aktif mengimplementasikan 5 Gerakan Revolusi Mental melalui melalui wujud perubahan nyata dalam konteks Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Mandiri, dan Indonesia Bersatu.

Baca Juga :  4 Hawk TNI AU, Latihan 'Maverick' di Kepri

Gubernur IPDN, Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata yang menjadi pemateri dalam acara Revolusi Mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri itu, mengatakan revolusi mental merupakan gerakan perubahan yang cepat, komprehensif, integral, holistik, dan mempunyai nilai-nilai dalam pencapaian tujuan.

”Keberhasilan Gerakan Nasional Revolusi Mental ditentukan oleh seluruh komponen bangsa dengan memperkuat peran nyata penyelenggara negara dan seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bisa menjadi penggerak utama Revolusi Mental,” ujar Ermaya.

Ermaya melanjutkan bahwa Peningkatan SDM sangat dibutuhkan apalagi saat ini dituntut memiliki inovasi dalam bekerja. Saat ini Kecepatan terhadap kepekaan aparatur dituntut dalam menanamkan karakter pribadi yang tangguh, kecepatan tersebut antara lain, cepat tanggap, cepat temu, cepat tepat, cepat tindak dan cepat tuntas.

Perubahan mental atau model perilaku aparatur dilakukan dengan revolusi mental birokrasi yakni perubahan cepat yang diharapkan dapat mendorong terciptanya pola pikir dan budaya kerja yang positif sehingga akan menciptakan birokrasi yang bersih, akuntabel, efisien dan efektif serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Baca Juga :  Membanggakan, TNI-AU Zero Accident di 2018

Rektor IPDN, Ermaya Suryadinata, dalam kesempatannya mendukung sepenuhnya program yang disampaikan Nurdin Basirun serta rencana-rencana yang mendukung revolusi mental kepada ASN di Provinsi Kepri saat ini.

”Untuk menjadi lebih baik memang harus ada banyak perubahan-perubahan yang kita lakukan, salah satunya melalui revolusi mental, kalau mau berhasil harus sungguh-sungguh belajar dan berusaha,” tegas Ermaya.

Ermaya juga menjelaskan bahwa gubernur memiliki peran penting dalam melakukan perubahan besar menuju perbaikan suatu daerah yang dipimpinnya.

”Gubernur itu merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah yang harus mensukseskan setiap program yang digelontorkan pemerintah pusat ke daerah, dan revolusi mental ini merupakan salah satu program yang digagas oleh pemerintah pusat, jadi saya sangat senang bisa ambil bagian pada pembekalan revolusi mental di Kepri,” terangnya.

Hadir pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah, Kepala OPD serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri.(SUHARDI-TUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here