Kondisi Pelabuhan Dompak Hancur

0
167
Pelabuhan Dompak Tanjungpinang mulai hancur f-istimewa

TANJUNGPINANG – Kondisi Pelabuhan domestik dan internasional di Dompak semakin hancur. Bangun tersebut sudah menghabiskan uang masyarakat Rp121 miliar.

Pantuan dilokasi, terlihat seluruh kaca-kaca bangunan tersebut hancur tidak teraisa, tembok bangunan utama, dan plafon atap banyak yang sudah hancur, termasuk instalasi listrik kabel dan lampu yang raib dicuri maling.

Kondisi keseluruhan pelabuhan Dompak juga tidak terurus dari mulai gerbang masuk, sudah terluhat tumbuh semak belukar dan saat memasuki lokasi lahan parkir semak belukar juga menutupi lokasi tersebut.

Begitu juga dengan kondisi transtel dimana atapnya sudah banyak yang lepas dan memgakibatkan bocor. Sedangkan kondisi ponton atau dermaga sebagaian karatan.

Bahkan sebelumnya ponton pelabuhan yang sudah selesai dikerjakan hanyut terbawa arus laut, ada dugaan ponton pelabuhan itu hanyut karena kesengaja dilepas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Setelah kondisi pelabuhan hancur berantakan, pihak KSOP Tanjungpinang yang merupakan pihak yang bertanggungjawab baru menempatkan penjaga.

Sementara selama pelabuhan mangkrak sejak tahun 2015 lalu, dan kondisi bangunan pelabuhan masih sangat baik dan bagus pengawasan tidak ditempatkannya.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri Bobby Jayanto, mendesak Pemprov Kepri untuk menemui Kementerian Perhubungan RI, supaya pembangunan bisa dilanjutkan dan difungsikan.

”Kalau tidak difungsikan yang semakin mangkraklah,” ujarnya, belum lama ini.

Perlu diketahui pembangunan pelabuhan Dompak ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 121 miliar, yang penganggaran sendiri bersumber dari APBN.

Dan sebenarnya sebelum mangkrak sejak tahun 2015 lalu, pengerjaan pelabuhan Dompak ini hanya tinggal pekerjaan finishing yakni pemasangan batu pemecah ombak.

Namun entah karena kendala dan alasan apa, sejak 2015 pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, selalu menghindar tidak menganggarkan untuk peyelesaiannya, padahal tinggal membutuhkan anggaran hanya Rp6 miliar saja.

Hal ini karena alasan kepemilikan lahan yang belum sah. Dimana Pemprov Kepri belum menghibahkan sebagaian lahan untuk pembangunan pelabuhan tersebut.

Selain itu juga timbul masalah terkait rebutan siapa yang akan mengelola pelabuhan tersebut nantinya. Kemenhub ngotot menginginkan pengelolaannya sebab merasa yang membiayai. Sedangkan Pemprov selaku pemilik wilayah menginginkan juga pengelolannya dan masalah ini berlarut. Belum lagi dengan kasus kurupsi yang membelit pembangunan pelabuhan ini

”Dulu dibangun dengan tujuan untuk mengeliatkan perekonomian di Dompak. Dan, agar di kawasan Kota Tanjungpinang tidak macet,” ujarnya singkat. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here