Kondom dan Komik Berserakan

0
22502
KOMIX:Bungkusan Komix dan kondom ditemukan warga. F-indra/tanjungpinang pos

Di Jalan Batu Tambun

ANAMBAS- Alat kontrasepsi berserak di area semak belukar Jalan Batu Tambun, Anambas. Kenakalan remaja di Anambas mulai mengkhawatirkan dan membuat resah masyarakat.

Terlihat kondom berserakan di dalam semak-semak diduga kondom tersebut dipergunakan remaja untuk melakukan seks bebas. Bukan hanya kondom namun obat kuat mereka Magic Power juga kerap kali ditemukan.

Zulferi, Ketua Karang Taruna Anambas menduga jika kondom bekas pakai tersebut dipergunakan remaja yang melakukan seks bebas. ”Banyak kondom yang berserakan di dalam semak- semak memang tersembunyi tak nampak dari jalan, namun jika masuk ke dalam masuk baru kelihatan,” kata Zulferi Kamis (9/11).

Zulfer menyesalkan hal ini terjadi, dan menilai telah terjadi dekadensi moral di kalangan remaja. Bukan hanya di Jalan Batu Tambun, namun Zul menduga di beberapa titik juga dijadikan tempat melakukan hal tersebut.

Menariknya lanjut Zul para anak muda ini melakukan hal tersebut bukan pada malam Minggu. Kebanyakan dilakukan pada malam lain karena pada malam Minggu khawatir ada razia.

”Tak pasti malam minggu namun malam lain asal bisa keluar dari rumah mereka berpasangan mencari lokasi yang aman. Sedang orang tua tahu mereka pergi sama teman belajar itu sangat disayangkan,” jelasnya.

Belum lagi pengguna obat batuk Komix (ngomix-red) juga banyak dikalangan para remaja tambah Zul, saat ini ngomix sudah menjadi trend dan kebangga para remaja.

Patut disayangkan hal itu karena penggunaan Komix akan merusak saraf dan efeknya dapat merusak masa depan. ”Banyangkan saja satu orang bisa memakan 28 bungkus Komix mau jadi apa otaknya nanti,” sampainya.

Tak dapat dipungkiri lanjut Zul semakin lajunya informasi saat ini membuat para remaja saat ini dapat dengan mudah memperoleh tontonan yang berbau pornografi, dan bisa dicek langsung di hanphone milik para remaja pasti ada yang menyimpan film-film berbau porno tersebut.

”Saya tidak menuduh, namun coba sana razia lihat dan cek folder dalam HP-nya rata-rata memiliki film tak senonoh tersebut. Tontonan semacam ini yang membuat rusaknya moral generasi muda,” sesalnya.

Belum lagi lemahnya pengawasan orang tua membuat anak-anaknya lepas kendali, sehingga diusia remaja yang seharusnya dapat bimbingan malah berjalan sendiri. Dan, terpengaruh dengan teman-teman dan akhirnya rugi sendiri.

”Bukannya saya menggurui, saat ini banyak orang tua yang pengawasannya lemah sehingga membuat anak tersebut leluasa dan terpengaruh pergaulan,” urainya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk terus melakukan razia bukan ke tempat-tempat gelap yang strategis, karena para remaja ini cenderung memanfaatkan tempat-tempat tersebut untuk berbuat tidak senonoh. ”Kita minta satpol PP untuk melaksanakan razia dan itu akan kita didukung,” tegasnya.

Kami juga meminta kepada guru-guru di sekolah untuk merazia handphone milik siswanya. Agar mereka tidak berani lagi menyimpan film-film yang berbau pornografi di HP-enya. Selain itu bimbingan belajar serta pencerahan dengan ceramah agama juga harus diagendakan karena ini merupakan tamen dan menjadi filter para remaja itu sendiri. ”Saya sampaikan ini penting karena ini sudah menjadi fenomena di Anambas,” tegasnya. (end).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here