Konsep Kampung dalam Urban Farming

0
101
Dian Fadillah, S.Sos

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua PKBM Suara lampion Tanjungpinang

Nature identik dengan alam dan kealamian. nature atau natural adalah suatu yang segar-segar dan menyegarkan. Suatu hal yang tentunya diinginkan semua pihak tenpa kecuali apalagi berhubungan dengan dengan tempat tinggal. Alami memang identik juga dengan kondisi dengan udara yang segar, sehat dan jauh dari polusi. Kondisi ini dapat membuat hati tenang dan menyenangkan untuk dinikmati berlama-lama. Tentunya kondisi itu menjadi dambaan setiap orang dimanapun berada. Dunia yang semakin semrawut setidaknya membuat kita harus berpikir jernih sehingga memerlukan suatu kondisi refleksi pikiran dengan lingkungan yang mendukung.

Apalagi, suasana perkotaan dan nanyaknya polusi udara yang berakibat pada sesaknya dada dan pikiran dengan asap yang dikeluarkan kendaraan bermotor roda dua dan empat. Polusi yang dikeluarkan membuat kita tidak dapat lagi menghirup nafas sehat bersih diikuti dengan bau yang menyengat. Harus ada konsep rumah hunian yang kembali ke alam meskipun berada di tengah tengah kota.

Dalam sebuah rumah hunian atau penginapanpun harus membuat acuan konsep pada dasar kealamian dengan lokasi yang ada sehingga memberikan nilai positif dan daya tarik sendiri bagi penghuni rumah untuk mengupayakannya bukan hanya dimiliki orang orang yang mempunyai uang lebih.

Konsep Urban farming adalah konsep rumah hunian yang menerapkan suasana hunian dengan mengupayakan kebun mandiri pangan (Food self-sufficiency house) yang membuat suasana lebih menyegarkan. Mengupayakan tumbuhan-tumbuhan tanaman rambat membuat rumah kebun mandiri pangan sehinga nampak sejuk dan menawan.

Sikap optimisme menurut Sigit Kusumawijaya seorang arsitek urban designer bahwa dalam sebuah rumah kebun mandiri pangan. Konsep yang dilakukan merupakan isu yang harus diupayakan untuk disikapi secara bersama-sama. Bagaimana caranya membawa nuansa kampung ke rumah atau mungkin ke dalam rumah. Rumah dengan bangunan modern tentunya akan sumpek dan pengap apabila tidak dipikirkan hal seperti ini.

Pulang dan pergi dari Senin sampai Jumat di hari kerja tentunya kurangnya waktu untuk keluar melakukan refreshing dan berjalan-jalan. Sentuhan kampoung yang dimiliki orang desa tentu saja juga disukai orang kota.

Semoga kita dapat mengupayakan tumbuhan-tumbuhan selalu berada di sekitar rumah dengan konsep urban farming apalagi tumbuhan itu dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi bukan hanya sekedar dilihat lihat saja dengan memindahkan pertanian perkotaan yang berbeda ada pada pelaku dan media tanamnya.

Petanian konvensional lebih berorientasi pada hasil produksi dan urabn farming lebih pada karakter pelakunya yakni masyarakat itu sendiri yang menyadari hidup sehat dengan memiliki tubuh yang sehat meskipun dengan kesibukan sehingga melupakan untuk menjalankan pola hidup sehat.

Konsistensi manusia untuk berupaya menjaga kesehatan secara utuh terlepas dari rokok, kopi, dan aneka makan minum lain yang berindikasi mengganggu kestabilan kesehatan manusia. Pola hidup sehat yang sudah mulai ditinggalkan setidaknya dapat disikapi dengan situasi tempat tinggal yang sehat dengan upaya untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat yang dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin serta istirahat yang cukup. Jangan abaikan statement ini dan menganggap enteng masalah kesehatan sekecil apapun karena kesehatan itu jauh lebih mahal … Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya (Jonathan Swift). ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here