Konsistensi Pengusaha dalam Fasilitas Kedai Kopi

0
128
Dian Fadillah

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua PKBM Suara Lampion Kota Tanjungpinang

Kedai kopi merupakan tempat kong-kow orang zaman now. Mulai dari hanya sekedari minum saja, tambah dengan makan diikuti dengan agenda rapat kecil terarah secara santai dengan hasil yang maksimal. Dalam istilah Kamus Bahasa Indonesia adalah suatu tempat sebagai sarana komunisasi update saat ini. Tempat ini merupakan tempat proses makan minum yang dilakukan dan juga dapat difungsikan sebagai tempat kita untuk bertemu kawan kawan yang mungkin jarang bertemu atau sudah lama tidak bertemu.

Kedai kopi juga merupakan tempat bangunan berjualan sambil berbicang tentang judul dan topik apapun juga. Hakekat sebuah kedai kopi adalah sarana yang paling utama untuk masyarakat hidup dalam silaturahmi yang bagus tanpa memandang status sosial dalam artikan cukup dengan secangkir kopi (semua masalah selesai).

Permasalahan yang consensus dilihat saat ini adalah jarang sekali kita melihat si pemilik kedai kopi melakukan inventarisasi (pengecekan kembali) fasilitas yang dimilikinya. Apakah tentang yang masih bagus, dan yang sudah rusak sejak dini. Apakah itu berhubungan dengan kebutuhan pelanggan pada saat berkunjung ataupun suasana selama kunjungan berlangsung. Padahal hal-hal itu berpengaruh besar ramai atau sedikitnya kunjungan yang diperoleh.

Sebagai satu contoh sederhana sehubungan kekurangan yang dimaksud adalah dalam hal Penerangan (lampu yang terang), meja dan kursi yang nyaman, kipas angin yang available, cok listrik yang memadai sebagai rujukan untuk suatu konsep kunjungan dasar. Kedai kopi yang sempurna merupakan cara yang cerdas dan pintar untuk memulai untuk membangun Bisnis Culinary yang tentunya tidak semua orang dapat melakukannya. Serius dan sungguh sungguh itu merupakan modal entrepreneur untuk sebuah kedai kopi atau yang disebut juga dengan bisnis usaha warung kopi.

Konsep usaha warung kopi dianggap sikap yang telah melanggar ketentuan yang berlaku dengan dukung mendukung untuk melakukan gerakan kebaikan di tanah melayu dengan pertimbangan agar kejadian ini tidak terulang lagi dengan memberikan sanksi tegas di kemudain hari. Apakah itu sanksi pencabutan dan penutupan.

Tindakan yang dilakukan harus dimusyawarahkan kembali dengan semua pihak. Seperti itu merupakan usaha yang memiliki prospek yang bagus untuk dilirik dewasa ini, mengingat apabila layanan diberikan pada pelanggan termasuk pengunjuung secara rutin dan maksimal dan terbaik, tentunya didukung cita rasa kopi yang enak berkualitas serta mempunyai ciri khas , pasti akan mendatangkan pengunjung yang banyak sekaligus keuntungan yang berlimpah.

Dalam Wikipedia selaku informasi dunia tanpa batas bahwa sejarah per-kopi-an telah dicatat sejauh pada abad ke-9 yang untuk pertama kalinya, kopi hanya ada di Ethiopia, di mana biji-bijian asli ditanam oleh orang di dataran tinggi. Meskipun demikian, ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya, biji kopi itu pun telah meluas sampai ke Afrika Utara dan biji kopi di sana ditanam secara massal dan mulai meluas dari Asia sampai kawasan Eropa dan menyebar ke kawasan yang lain.

Indonesia selain identik dan terkenal sebagai negara yang memiliki beribu pulau dan juga sebagai penghasil kopi di dunia, di Indonesia sendiri juga sudah sangat khas dengan keberadaan usaha Warkop (Warong Kopi) yang biasanya berada di pinggir-pinggir jalan sampai di beberapa tempat yang berskala modern tinggal konsisten kita dalam berbisnis usaha warung kopi yang dijadikan sebagai usaha utama dengan membukanya dipagi hari dan menutup kembali pada dini hari atau bahkan sampai 24 jam atau pun sampingan dengan waktu buka dan tutup sampai dini hari.

Suatu hal yang penting untuk disikapi oleh seorang pengusaha kedai kopi apalagi barista bahwa konsistensi pengusaha untuk mengelola kedai kopi modern lengkap dengan food court nya harus tetap diupayakan secara benar sehingga mempunyai cita rasa yang dapat menarik pelanggan dan wisatawan secara substansi sehingga sekaligus mempromosikan daerah Tanjungpinang yang gemilang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here