Konversi Minyak Tanah ke Gas Batal

0
129
BUPATI Karimun Aunur Rafiq memimpin rapat kajian HET LPG di Karimun bersama, Hiswana Migas, PT Pertamina, Kejaksaan Karimun, Lanal Karimun, Dandim Karimun dan Dinas Terkait, Rabu (3/10) F-ALRION/tanjungpinang pos

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun dan pihak PT Pertamina akan melaksanakan konversi minyak tanah ke gas di Kabupaten Karimun awal tahun depan. Tahun ini batal dilakukan menunggu kesepakatan harga eceran tertinggi (HET) gas Pemerintah dan Pertamina.

KARIMUN – Pada pemeberitaan sebelumnya, Pemkab Karimun akan melaksanakan konversi minta tanah ke gas tahun ini.

”Konversi belum bisa dilaksanakan saat ini. Mengingat HET LPG belum disepakati antara Pemerintah dan PT Pertamina. Untuk menentukan HET telah dibuat satu acuan, dan dibentuk tim pengawas distribusi LPG di 3 titik yaitu Pulau Karimun, Kundur dan Moro. Gambaran harga belum diketahui,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, saat rapat bersama dengan Hiswana migas Karimun, Rabu (3/10).

Sebelumnya, Karimun mengusulkan 5 titik distribusi LPG yaitu, Pulau Karimun, Kundur, Moro, Buru dan Durai.

Untuk sementara, baru 3 titik disetujui oleh PT Pertamina. Dengan total penerima LPG Subsidi, tidak kurang dari 45 ribu Kepala Keluarga (KK) dari usulan sebelumnya 65 ribu KK.

Hal itu terungkap, pada rapat kajian HET LPG di ruang rapat utama Kantor Bupati Karimun.
Rapat tersebut dihadiri Pemerintah, PT Pertamina, Hiswana Migas, Agen LPG dan udangan lainnya.

Setelah konversi minyak tanah ke gas dilaksanakan awal tahun depan, namun minyak tanah tetap masuk Karimun tetapi minyak tanah nonsubdisi.

Di Provinsi Kepri, konversi minyak tanah ke gas telah dimulai sejak tahun 2009 yaitu di Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Sementara, di Karimun akan dimulai tahun 2019 dengan 5 agen pemasok LPG subsidi yang ditunjuk dan telah memenehui persyaratan.

Sebelum konversi dimulai, agen telah mempersiapkan gudang sesuai standar PT Pertamina. Diantaranya, agen memiliki alat keselamatan yang lengkap, luas gudang yang memadai, truck dan pikap yang standar dan layak pakai.

Menurut Rusdi, warga Karimun, pemakaian LPG lebih hemat dibandingkan pemakaian minyak tanah. Karena, minyak tanah dijual di Karimun tidak sesuai dengan ukuran liter tetapi memakai ukuran bekas minuman mineral yang per botol dihargai Rp9 ribu sampai 10 ribu.

Sementara, harga LPG non subsidi per tabung 12 Kg Rp167.000 mampu bertahan sampai 3 bulan. Sedangkan pemakaian minyak tanah rumah tangga perbulannya minimal Rp100 ribu.

Sebelum konversi, ia berharap pihak PT Pertamina dan Pemerintah terlebih dahulu mensosialisasikan tata cara pemasangan selang ke tabung gas. Sehingga masyarakat paham, dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here