Koperasi dan UKM Didorong Ambil Kegiatan Pemerintah

0
761
SRI Istiati dari Kementerian Koperasi dan UKM RI memberikan paparan tentang paket kebijakan ekonomi kepada pelaku usaha kecil menengah dan koperasi, Rabu (21/3). f-yendi/tanjungpinang pos

TOAPAYA – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi didorong untuk menjadi rekanan dalam kegiatan yang disediakan pemerintah. Saat ini, pemerintah pusat telah memberikan perlindungan dan membuka peluang usaha bagi pelaku usaha kecil dan industri rumah tangga.

Harapan kemajuan bagi pelaku UKM dan koperasi tersebut disampaikan Sri Istiati selaku Asdep Pengembangan Investasi Usaha, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha pada Kementerian Koperasi dan UKM RI, Rabu (21/3) kemarin. Hal itu disampaikan Sri Istiati pada saat sinergi program dan temu bisnis peningkatan kerja sama investasi usaha KUMKM, sekaligus sosialisasi paket kebijakan ekonomi.

”Sejak tahun 2016 lalu, sudah ada Perpres yang mengatur bagi koperasi dan UKM ini menjadi rekanan pemerintah. Ini sebagai upaya pengembangan dan perlindungan pemerintah terhadap industri kecil. Koperasi dan UKM kita dorong ambil kegiatan di pemerintahan,” tegas Istiati yang biasa disapa Atik ini, di Bhadra Resort & Convention Km 25, Toapaya, Kabupaten Bintan.

”Bisa saja, usaha ibu rumah tangga dapat kegiatan paket di bawah Rp 200 juta. Nah, pemerintah maupun lembaga pemerintah lainnya, juga harus memperhatikan ini,” sambungnya.

Tidak hanya di pemerintahan, lanjut Atik, pemerintah juga sudah mengatur, bagi PMA yang menanamkan investasi di daerah, dalam nilai tertentu di atas sekitar Rp 200 miliar, juga diharuskan melibatkan koperasi dan UKM setempat, sebagai rekanan.

”Paket kebijakan ekonomi seperti ini, yang harus kami sampaikan kepada pelaku UKM dan koperasi di daerah, seperti di Kabupaten Bintan,” jelas Atik kepada Tanjungpinang Pos.

Kabid Investasi Pengembangan Usaha Yahmadi menyampaikan, kegiatan yang diberikan kepada 100-an pelaku KUMKM dan koperasi ini, untuk memberikan wawasan kepada pengusaha kecil. Baik dalam ketentuan menjadi mitra pemerintah, maupun kelembagaan lain. Termasuk peluang mendapatkan modal dari perbankan, dengan nilai suku bunga yang rendah.

”Pelaku usaha kecil juga bisa jadi mitra Bulog, dalam menjual bahan pokok. Izin dalam pendirian koperasi dan unit usaha kecil, juga diberikan kemudahan oleh pemerintah,” kata Yahmadi.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri Ridwan Hamta, dihadiri Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag Bintan Dian Nusa, serta sejumlah narasumber dari kelembagaan lainnya. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here