Korupsi Merajalela di Indonesia dan Cara Menanggulanginya

0
2323
Syarifah Norhayati

Oleh: Syarifah Norhayati
Mahasiswi Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UMRAH, Tanjungpinang

Kata korupsi berasal dari Bahasa latin, Corruption-Corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik atau menyogok.

Menurut Dr. Kartin Kartono, korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna menciduk keuntungan, dan merugikan kepentingan umum.

Lubis menyatakan bahwa seorang pejabat dikatakan melakukan tindakan korupsi bila ia menerima hadiah dari seseorang yang bertujuan untuk mempengaruhinya agar ia mengambil keputusan yang menguntungkan bagi si pemberi hadiah.

Upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan pemerintah sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Karena lemahnya hukum di Indonesia, sehingga tidak memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi. Lemahnya hukum itu dapat menimbulkan keinginan para pejabat untuk melakukan korupsi.

Perekonomian di Indonesia dari tahun ke tahun semakin memburuk dan angka kemiskinan semakin bertambah dikarenakan tingkatkorupsi di Indonesia semakin meningkat.

Banyak pejabat di Indonesia yang menyalahgunakan wewenang dan jabatannya. Jabatan yang dimiliki digunakan hanya untuk memenuhi keinginan peribadi atau keluarga, sanak saudara dan teman.

Negara mengalami kerugian yang besar akibat dari korupsi. Dalam kurun waktu 6 bulan mulai dari 1 Januari hingga 30 Juni 2017, Indonesia Corrupption Watch (ICW) mencatat ada 226 kasus korupsi. Kasus dengan jumlah tersangka 587 orang itu merugikan negara Rp 1,83 triliun dan nilai suap Rp 118,1 miliar.

Sebab-sebab adanya korupsi di Indonesia
Erry Riyana Hardjapamekes (2008) menyebutkan, tingginya kasus korupsi di negeri ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:
1. Kurangnya keteladanan dan kepemimpinan elite bangsa.
2. Rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil.
3. Lemahnya komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan.
4. Rendahnya integritas dan profesinalisme.
5. Mekanisme pengawasan internal di semua lembaga perbankan, keuangan, dan birokrasi belum mapan.
6. Lemahnya keimanan, kejujuran, rasa malu, moral dan etika.

Peraturan-peraturan tentang pemberantasan korupsi silih berganti, tapi para koruptor masih banyak dan tingkat korupsi masih tinggi di Indonesia. Dalam melakukan analisis atas perbuatan korupsi dapat didasarkan pada tiga pendekatan berdasarkan alur proses korupsi yaitu:
1. Pendekatan pada posisi sebelum perbuatan korupsi terjadi.
2. Pendekatan pada posisi perbuatan korupsi terjadi.
3. Pendekatan pada posisi setelah perbuatan korupsi terjadi.

Adapun strategi pemberantas korupsi secara preventif maupun refresif antara lain:
a. Gerakan “Masyarakat Anti Korupsi”
b. Gerakan “Aparat Pemerintah Bersih Jujur dan Adil”
c. Gerakan Moral.
d. Gerakan Pengefektifan Birokrasi.

Indonesia mengeluarkan 3 produk hukum tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi yaitu :
– UU No.31 Tahun 1999 tentangPemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
– UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantas Tindak Pidana Korupsi.
– UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, serta Nepotisme.
Penerapan sangsi normative mengenai korupsi kepada para pelakunya tidak akan bermanfaat dan bernilai penyesalan bilamana tidak diikutkan juga beberapa strategi. Ada tiga hal yang harus dilakukan guna mengurangi sifat dan perilaku masyarakat untuk korupsi, antara lain:
1. Menananamkan jiwa anti korupsi sejak dini.
2. Melakukan pencegahan dimulai dari hal-hal yang kecil.
3. Menaikkan gaji pegawai rendah dan menengah.
4. Menaikkan moral pegawai tinggi.
5. Legislasi pungutan liar menjadi pendapat resmi atau legal.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda, terutama untuk generasi muda. Guna mengetahui meningkatnya korupsi yang ada di Indonesia, dan juga cara untuk menanggulanginya.

Mari para pemuda Indonesia kita wujudkan Indonesia yang anti korupsi, agar negara kita bersih dari para koruptor-koruptor yang merugikan negara.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here