Koruptor Ciut, Kembalikan Uang Rp2 Miliar

2
407
KAJARI Natuna Juli Isnur saat menyampaikan keterangan. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Kejari Natuna Sapu Bersih Perbuatan Korupsi Berbagai Bidang

Kejaksaan Negeri Natuna dalam kurun waktu 10 bulan, telah berhasil mengembalikan kerugian negara dari para pelaku tindak pidana korupsi sampai kriminalitas. Aksi tegas Kejaksaan membuat nyali para koruptor ciut.

NATUNA – Pengembalian kerugian negara ini jelas, bahwa tidak semua kejaksaan negeri bisa melakukan hal yang sama seperti Kejaksaan Negeri Natuna. Karena dalam pengungkapan perkara tidak semua perkara berniat untuk mengembalikannya, namun dengan kerja bersama segalanya bisa terselesaikan.

”Kami bangga dengan kinerja Kejaksaan Negeri Natuna sekarang ini, dalam waktu hampir satu tahun saja sudah ada sekitar Rp2 miliar yang telah dikembalikan ke kas negara,” kata Arianto seorang pengamat hukum di wilayah Kota Ranai, Kamis (25/10).Keberhasilan pengembalian ini dirasakan sangat membanggakan. Karena seringnya penyuluhan hukum yang diadakan oleh Kejaksaan Negeri Natuna menjadikan pelajaran bagi masyarakat bahwa tidak semuanya harus menjalani proses lebih lanjut.

”Syukur saja, dengan adanya Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) tindak pidana korupsi bisa diminimalisir,” ujarnya.

Kajari Natuna Juli Isnur, menegaskan, untuk tahun ini dari bulan Januari sampai Oktober pihaknya sudah mengembalikan kerugian negara sekitar Rp 2 miliar dari berbagai perkara yang ditangani di Kejaksaan ini.

Pengembalian kerugian negara sekitar Rp2 miliar ini dari beberapa berkas yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Natuna diantaranya, kasus KPU, Perusahaan Daerah, pembalakan liar dan lain sebagainya.

Semua pengembalian ini, berkat kerja keras dari seluruh jajaran personel di kejaksaan. Terlebih dengan adanya TP4D segala tindakan yang mengarah ke perbuatan korupsi bisa dicegah lebih awal.

”Alhamdulillah, kita sudah berhasil mengembalikan kerugian negara yang terjadi dalam kurun waktu 2018 ini. Dan diperkirakan masih ada lagi pengembalian hingga akhir tahun ini,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya itikat baik dan selalu berkoordinasi dalam setiap pekerjaan agar tidak ada peluang korupsi selalu ditekankan oleh TP4D. Sehingga perbuatan yang jelas mengarah pada pelanggaran hukum bisa dicegah terlebih dahulu.

”Dengan adanya tim ini, kita berharap agar tindak pidana korupsi di Natuna bisa diminimalisir. Untuk itu pemerintah perlu adanya pendampingan dari Kejaksaan,” katanya.(HARDIANSYAH)

2 KOMENTAR

    • Plagiat dilarang dalam aturan pres… Mohon kepada media saudara agar tidak mencaplok berita tanpa mengikuti kaidah-kaidah mengutip berita dengan benar.
      Peraturan keperdataan yang berkaitan dengan kasus :
      KUHPer :
      Pasal 529 KUHPer
      Pasal 548 KUHPer
      Pasal 557 KUHPer
      Pasal 570 KUHPer
      Pasal 572 KUHPer
      Pasal 584 KUHPer
      Pasal 612 KUHPer

      UU nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta :
      Pasal 2 ayat (1)
      Pasal 3 ayat (1),(2)
      Pasal 12
      Pasal 15
      Pasal 26 ayat (1).

      Toleransi kepada media Anda sudah melampaui batas. Mohon hentikan dan hapus berita yang bersumber dari Tanjungpinangpos.id atau media kita selesaikan melalui jalur hukum..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here