Kostum Harus Sopan

0
1142
GERAK JALAN HUT RI: Menyemarakkan HUT RI ke-72, berbagai lomba digelar di Kepri. Minggu (20/8), digelar lomba gerak jalan proklamasi 17 Km di Pulau Dompak. Selain gerak jalan 17 Km, digelar juga gerak jalan 45 Km dan 8 Km. f-suhardi/tanjungpinang pos

Gerak Jalan 17 Km Jadi Pusat Perhatian

TANJUNGPINANG – Ratusan peserta gerak jalan Proklamasi menjadi pusat perhatian masyarakat Tanjungpinang. Sepanjang jalan, puluhan ribu mata menyaksikan derap langkah mereka. Kali ini, Pemko melakukan seleksi yang ketat soal kostum. Ada lima peserta yang tak dilepas karena kostumnya dinilai tidak layak dipertontonkan di depan umum. Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sedikitnya melepas 400 peserta gerak jalan 17 Km, di bundaran pertama Pulau Dompak, Minggu (20/8) kemarin pagi.

Berbeda dari tahun sebelumnya, biasanya event tahunan yang satu ini kerap dipusatkan di depan Kantor Dishub Tanjungpinang Komplek Bintancenter Batu 9. Kali ini, Dispora memusatkan Pulau Dompak serta jembatan yang menghubungkan Pulau Bintan dan Pulau Dompak sebagai rute pelintasan ribuan peserta. Pada saat melepas peserta, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, menyampaikan gerak jalan proklamasi ini merupakan rangkaian HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah berlangsung sekitar tahun 70-an. ”72 tahun sudah kita merdeka, karena itu perlu kita syukuri. Lomba gerak jalan ini bertujuan agar masyarakat memaknai nilai-nilai perjuangan dan mengisi kemerdekaan dengan prestasi serta pembangunan di masyarakat,” kata wali kota sebelum melepas peserta gerak jalan proklamasi.

Baca Juga :  Tiang Sebatang pun Ikut Lenyap

Lis Darmansyah menjelaskan, dari tahun ke tahun kegiatan ini terus dievaluasi. Khususnya dua tahun terakhir ini, Pemko punya aturan bagi para peserta untuk menampilkan nilai-nilai pendidikan. ”Peserta sudah kita imbau agar tidak melanggar aturan, misalnya peserta laki-laki mengenakan busana wanita,” katanya.

Tahun lalu, kata Lis, masih ada peserta laki-laki yang mengenakan busana perempuan dan masih diberi toleransi. Namun tahun ini, hal tersebut tidak akan dibiarkan. Bila kedapatan, mereka tidak akan dilepas dan bila secara tiba-tiba muncul di jalan, maka segera dibubarkan dan mereka bisa dikenai sanksi mengenai pelanggaran ketertiban umum. ”Ini kita lakukan supaya nilai-nilai perjuangan tidak dinodai dengan hal-hal sepele,” ucap Lis seraya menyampaikan permohonan maafnya.

Untuk peserta gerak jalan 45 Km, sudah diimbau kepada panitia agar memberikan waktu kepada peserta gerak jalan untuk melaksanakan Salat Subuh tanpa mengurangi nilai dan memotong waktu mereka. ”Salat adalah kewajiban, maka mereka harus menjalankan kewajiban mereka dulu, panitia tidak boleh mengurangi nilai mereka sebagai peserta gerak jalan,” tambahnya.

Baca Juga :  Layanan Elektronik Lampaui Permintaan KPK

Dari tahun ke tahun, lanjut wali kota, peserta gerak jalan semakin meningkat. Tahun ini saja yang mendaftar sebanyak 462 peserta. Yang dilepas sebanyak 310 peserta. Dari 462 peserta itu mereka ada yang mendaftar gerak jalan 45 Km dan 8 Km. ”Insya Allah, jika peserta gerak jalan 17 Km diikuti sebanyak 310 peserta, maka saya yakin peserta gerak jalan 45 Km akan diikuti sampai 300 lebih peserta,” harapnya.

Inilah bukti bahwa masyarakat Tanjungpinang punya semangat mengisi kemerdekaan. Kegiatan ini juga secara langsung membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan saat menonton. Jadi saya minta kepada masyarakat jagalah kebersihan, buanglah sampah pada tempatnya. Peserta lomba gerak jalan proklamasi yang dilepas sebanyak 310 peserta. Sementara yang mendaftar sebanyak 462 peserta terdiri dari TNI Polri 9 regu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) 40 regu, 106 pelajar dan mahasiswa, serta 309 dari peserta umum/masyarakat.

Baca Juga :  Kepri 10 Besar Terbaik Penyelesaian Gizi Buruk

Panitia penyelenggara, Zamanes mengatakan, untuk gerak jalan 17 Km ini sedikitnya ada 4 sampai 5 tim tak dapat dilepas karena tak sesuai aturan yang sudah ditentukan Dispora. ”Sekitar 4 sampai 5 tim yang tak di lepas, karena menyalahi aturan dalam hal kostum,” ujar Zamanes. Pelepasan gerak jalan proklamasi 17 Km ini dihadiri, Wakil Wali Kota, H. Syahrul, S. Pd, Sekda Drs. Riono, M. Si, unsur FKPD, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno, para Asisten dan Staf Ahli, jajaran Kepala OPD, Camat serta Lurah. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here