Kota Lama Makin Sepi

1
274
Warga melintas di depan kios yang sudah ditutup di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. f-suhardi/tanjugnpinang pos
Pusat bisnis Kota Lama Tanjungpinang yang dulu primadona tempat belanja warga, kini banyak kehilangan pelanggan. Banyak kios tutup. Sebagian masih buka pukul 09.00 WIB dan tutup lebih awal pukul 15.00 WIB.

TANJUNGPINANG – Salah satu penyebabnya karena menjamurnya toko online. Para pedagang menunggu kebijakan dari Walikota Tanjungpinang H Syahrul untuk membangkitkan kembali kawasan tersebut, baik siang hari maupun malam hari.

Belum terlihat ada upaya penataan kawasan yang semula ingin dijadikan kunjungan wisatawan agar Kota Lama ramai dikunjungi. Padahal, di sejumlah kota lain, kawasan Kota Tua malah ramai dikunjungi.

Ini berbanding terbalik dengan pemilik toko di kawasan kota lama karena mereka sudah tak mampu membayar sewa toko.

Penghsilan pedagang sudah tidak bisa lagi untuk membayar sewa kios. Rata-rata pemilik toko menutup tokonya dengan memajang pengumuman “Disewakan”.

Sepinya pusat bisnis di kawasan kota lama juga dipengaruhi karena sistem parkir roda empat yang diterapkan pemerintah daerah yakni sistem lurus, mempersulit masyarakat mencari tempat parkir. Sudah ada beberapa kawasan sudah menerapkan sistem miring atau serong, tapi para pedagang mengharapkan sistem parkir miring secara menyeluruh.

Kondisi terkini tidak hanya pemilik toko, bahkan sopir angkotan kota (angkot), juru parkir mengeluhkan sepinya pengunjung yang berbelanja dan mengunjungi pusat bisnis kota tua.

Salah satu pedagang yang sudah tutuup usahanya di kawasan kota lama Jalan Merdeka saat di hubungi terkait kenapa toko miliknya tutup. Ia membeberkan ia terpaksa menutup tempat usahanya karena sepinya pembeli.

Bahkan, pemilik toko yang lainnya juga menyampaikan cerita yang sama. Mereka bahkan tak segan-segan, menanyakan kepada pemerintah daerah, tentang keseriusan membangkitkan roda perekonomian kota lama saat ini.

”Ya, setiap hari seperti ini, jam tiga sudah tutup. Lagi sepi dan tidak ada pembeli. Katanya pemerintah serius menghidupkan kota tua, kemana pak Wali,” ujar pemilik toko, Johan di jalan Merdeka.

Tampak belasan toko di sepanjang Kota Tua, Jalan Merdeka yang sejak pukul 10.00 pagi, Senin kemarin tutup tak beroperasi seperti biasanya. Bahkan, beberapa toko yang beroperasi, ada yang hanya sekedarnya saja.

Kondisi seperti ini ternyata sudah pernah disampaikan, para pemilik toko dan masyarakat sekitar kepada Anggota DPRD Kepri dapil Tanjungpinang Rudy Chua.

Dihubungi terpisah, Politis Hanura provinsi Kepri itu, menuturkan para pedagang menceritakan, kondisi seperti ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir.

Dan semakin berat tahun ke tahun, dan ini bukan hanya terjadi di pertokoan tetapi menimpa hampir semua usaha retail yang ada termasuk beberapa pertokoan di Bestari Mal dan Bintan Mal.

”Kelesuan atau penurunan sebagian daya beli masyarakat ditambah persaingan dengan bisnis online membuat usaha retail semakin sulit bertahan,” terang Rudy.

Bahkan lanjut Rudy, ada pedagang yang sampaikan kadang sehari mereka untuk dapat omset Rp100 ribu, saja sangat sulit.

Untung kebanyakan toko adalah milik turun temurun sehingga tidak ada biaya sewa dan umumnya, yang mengelola keluarga sehingga bisa hemat biaya pekerja. (SUHARDI-ABAS)

1 KOMENTAR

  1. Tanjung Pinang dari pelabuhan Sri Bintan Pura sampai jalan Merdeka bisa direncanakan jadi Tourism Night Market street, contohnya Taiwan Ken Ding night market.

    https://youtu.be/TTIJ1jHIFsw

    Pantai diujung jalan. Di 2 sisi jalan Ken Ding penuh dengan gerai gerai makanan,moko (mobile toko), hotel, home stay yang dioperasi oleh warga setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here