Kotbah Soerya Ketika Salat Id di Rumah

0
110
Soerya Respationo salat id di kediamannya bersama dengan anak anaknya

Tiap Orang Harus Memberi Manfaat

Ramadan telah berlalu. Kini, berganti hari raya Idul Fitri. Namun, di tengah kebahagiaan umat Muslim menyambut Idul Fitri, pandemi wabah Korona masih menghantui masyarakat Kepri dan dunia.

BATAM – Meski demikian, semua orang meyakini, wabah ini akan segera berlalu dan aktivitas msyarakat bisa normal, seperti sediakala.

Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 itu, masyarakat diminta tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan pakai msker, saat keluar rumah. Seperti Salat Idul Fitri yang digelar mantan Wagub Kepri, yang juga petinggi PDI Kepri, Soerya Respationo, tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Salat Idul Fitri itu hanya diperuntukkan bagi keluarga besarnya saja. Lokasinya tak jauh. Di samping kediaman Soerya Respationo di kawasan Duta Mas, Batam, Minggu (24/5).
Terlihat anak, cucu, hingga menantu, satu per satu berdatangan ke kawasan Duta Mas. Dengan memakai masker, dan jaga jarak, Soerya, melaksanakan Salat Idul Fitri bersama keluarga, dengan khusyuk dan tumakninah.

Di bawah tenda khusus dengan nuansa merah putih itu, Soerya Respationo berdiri sejak pukul 06.30 WIB menunggu kedatangan tamunya.

Hingga memasuki pukul 07.00 WIB, Salat Idul Fitri dimulai. Bertindak sebagai khatib, Soerya Respationo sendiri dan imamnya tak lain, Masduki, menantunya.

Dalam Khutbah singkatnya, Soerya mengatakan bahwa puasa Ramadan adalah refleksi diri, cermin diri terhadap apa yang sudah kita lakukan selama ini.

”Kalau sudah bercermin, maka dengan ini kita sedang berusaha hijrah dari perilaku buruk berubah ke perilaku yang lebih baik, dari tahun lalu,” ungkapnya.

Rasullullah dalam hadis Tabrani, mengatakan bahwa sebaik-baik manusia, adalah mereka yang membawa manfaat bagi orang lain.

Sebagaimana Al-Isra ayat 7 disampaikan bahwa sesungguhnya apabila engkau berbuat baik pada orang lain, maka engkau berbuat baik untuk dirimu sendiri.

Tak hanya itu, sebagaimana disampaikan rasullullah juga, bermanfaat bagi orang. Perlu diingat bahwa bersedekah dan berbuat baik, bukan hanya dilakukan di bulan Ramadan.
Tetapi, seterusnya harus bisa selalu berbuat baik, dan bersedekah pada orang lain.

”Dalam Al-Baqarah ayat 261, jika rajin bersedekah, maka insya Allah, Allah akan melipatgandakan pahala kita,” ungkapnya serius.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah sudah mengeluarkan imbauan agar tidak menggelar Salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, dan tidak dalam kelompok besar.

”Jadi, sesuai anjuran pemerintah, maka kita gelar Salat Idul Fitri di rumah masing-masing. Sebagai wujud nyata imbauan dari pemerintah kita gelar Salat Id di rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan khutbah yang singkat,” jelas Soerya.

Setelah menjawab pertanyaan awak media, Soerya ingin melanjutkan agenda ziarah di makam orang tua dan almarhum istri.

”Kita tetap maaf-maafan dengan keluarga, meski di tengah pandemi. Maaf-maafannya tanpa berjabat tangan dan cipika-cipiki,” sebutnya.

Masih menurut cerita Soerya, selama ada wabah Covid-19, rutinitas Soerya di luar rumah, lebih banyak didominasi dengan kegiatan-kegiatan bakti sosial di masyarakat.

”Selama ada wabah covid, kita sering melaksanakan kegiatan soal. Terutama yang berkaitan dengan kepedulian terhadap sesama, dan partisipasi untuk memutuskan mata rantai Covid-19. Seperti bagi-bagi sembako, hand sanitizer, masker, bagi-bagi takjil dan buka puasa. Penyemprotan disinfektan di rumah warga,” ungkapnya lagi penuh antusias.

Sedangkan saat di rumah, Soerya menyempatkan diri rutin baca buku, membersihkan interior rumah yang berdebu. Menata rumah, menata taman. Lebih banyak waktu untuk bercengkrama dengan anak cucu. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here