Kotor, Pengunjung Malas ke Pasar

0
642
JALAN BECEK: Kawasan lorong yang becek dan menimbulkan bau tak sedap. Selai itu, padat kendaraan dan becak lalu-lalang. F-Raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Pedagang dan pengujung di Pasar Kota Lama, Tanjungpinang sudah lama menunggu realialisasi Pemko Tanjungpinang terkait penataan dan kebersihan. Hingga kini, kondisi Pasar I, II dan Jalan Gmabir masih sama seperti sebelumnya. Yaitu kotor karena banyak sampah, genangan air yang menimbulkan bau tak sedap dan dipenuhi pedagang yang berjualan di trotoar.

Salah satu pedagang, Leni mengaku sudah lama menunggu realisasi pembahasan dari Pemko. Padahal ada wancana agar para turis dari luar daerah dan luar negeri mau singgah berbelanja, hanya saja jika kondisinya seperti ini dinilai sulit. ”Bahkan kini pasar juga sepi karena kondisinya yang tak tertata dan bau,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (23/7).

Ia meminta Pemko memberikan perhatian untuk membenahi Pasar Kota Lama ini. Minimal terkait jaminan kebersihan dari sampah dan genagan air. Bila tidak ada tindakan, maka nasib para pedagang akan semakin memprihatinkan karena sepi dari pengujung. Ia mengaku, di kios berukuran 1,5 X 1,5 tersebut ia membayar Rp 4 juta per tahun. Jika kondisi pengujung terus sepi, ia tak yakin akan mampu membayar sewa. ”Sekarang sudah sulit mau menutupi sewanya, belum lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Wanita paru baya ini meyakini pembenahan kawasan Pasar Kota Lama menjadi solusi hidupnya kembali perdagangan di Kota Lama. Bila perlu menampilkan hal-hal menarik mulai dari warna cat dingding serta tataan lainnya. ”Itu atap sudah bocor dari lama, datang petugas Cuman foto-foto saja perbaiki tidak ada,” ungkapnya Afrida menjelaska.

Jika pemerintah tidak melakukan pembenahan lambat namun pasti, pasar tradisional sudah ditinggalkan orang. Sekarang di supermarket sudah ada jualan dari sayur, ikan, ayam dan bumbu dapur. ”Masyarakat lebih nyaman di sana dibandingkan pergi ke pasar yang bau,” bebernya.

Dirinya mengharapkan kepada Pemerintah untuk mempercantik pasar dan menata kembali jangan dibiarkan seperti ini atap bocor, jalan becek belum lagi meja penjualan yang bertambah. ”Kita bisa kalah sana supermarket kalau dibiarkan seperti ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni mengaku prihatin hingga kini belum ada pembenahan kebersihan di Kota Lama. Padahal jika di kelola dengan baik bisa menjadi daya tarik. Misalnya para turis dapat belanja pakaian, oleh-oleh serta lainnya di Kota Lama. Yang biasanya lebih murah dari beberapa tempat. Hanya saja karena tidak nyaman dalam wartian kebersihan dan perwajahan, wajar masyarakat enggan datang. ”Sekarang terpenting kebersihan diperhatikan,” tuturnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here