KPK Datang 14 Kades Mangkir

0
763
TEKEN: Bupati Anambas Abdul haris saat meneken fakta integritas di hadapan kades bersama KPK, Minggu (23/7). F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG

ANAMBAS – SEBANYAK 14 kepala desa mangkir saat acara Penandatangan Fakta Integrasi Tentang Pengelolaan Anggaran bersama Komisi Pemberanasan Korupsi, Minggu (23/7) lalu. Agenda kegiatan itu, sebelumnya berlangsung di gelar di Gedung Balai Pertemuan masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa. Kegiatan merupakan kerjasama antara KPN dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas.

Kuat dugaan, 14 kades yang tidak hadir takut dan mengutuskan sekretaris desa untuk menghadiri acara akhir pekan lalu. Bahkan, beberapa kades yang hadir terlihat gemetaran saat memegang pena untuk menandatangi fakta integritas. Tercatat, Kabupaten Anambas memiliki total 52 desa. Ke 14 kades yang tidak hadir yakni dari Desa Tarempa Barat Daya, Desa Teluk Siantan, Desa Lidi, Desa Munjan, Desa Bayat, Desa Tebang, Desa Langir, Desa Putik, Desa Payalaman, Desa Candi, Desa Kiabu, Desa Telaga Kecil, Desa Air Bini dan Desa Air Biru.

Baca Juga :  DPR RI Setujui Pembentukan KKS

Kepala Inspektorat Anambas Ody Karyadi menegaskan, sebelumnya undangan telah disebarkan ke seluruh desa. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak hadir pada kegiatan tersebut. ”Undangan kami telah sebarkan, dan seluruh kades kami sudah imbau harus hadir semua,” tegas Ody Karyadi, Rabu (26/7).

Bagi kepala desa yang tidak hadir ketika acara kemarin, pihaknya akan memanggil untuk menandatangani fakta integritas di kantor Inspektorat. Jika enggan hadir juga, maka perlu dicurigai dan akan dilakukan upaya lainnya. ”Kita akan panggil melalui surat desa bagi kades yang tidak hadir kemarin, untuk menandatangani fakta integritas tentang pengelolaan anggaran dan itu tidak bisa diwakilkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemda Terbuka untuk Investor Wisata

Ia menambahkan, dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Anambas hanya satu kecamatan saja yang seluruh kepala desanya hadir yakni Kecamatan Jemaja Timur. Kecamatan Jemaja Timur memiliki jumlah desa sangat sedikit, hanya berjumlah empat desa yakni, Desa Bukit Padi, Desa Ulu Maras, Desa Genting Pulur, Desa Kuala Maras.

Hingga kini, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab ketidakhdiran beberapa kades dikarenakan takut atau alasan lain. Ody menyebutkan, bahwa sepengetahuannya ada beberapa kades yang masih diluar daerah. ”Kita tak tahu itu, dan mungkin ada yang dinas luar. Yang jelas, nantinya kita panggil untuk menandatangani fakta integritas di kantor saya,” ungkapnya. Penandatanganan fakta integritas ini, merupakan bentuk komitmen pemberantasan sekaligus pencegahan tindak pidana korupsi. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here