KPK Makin Mengganas

0
770
Faisal,S.Pd

Oleh: Faisal,S.Pd
Warga Tanjungpinang

Komisi anti rasuah atau disebut KPK semakin menunjukkan taringnya dan mengaung bak singa yang lagi kelaparan dan siap mencari mangsa. Padahal, kita semua tahu KPK sekarang ini lagi berjibaku melawan pansus hak angket KPK yang diketua oleh Agun gunandjar, politisi golkar.

Tapi, kedewasaan dan keseriusan KPK dalam mencari manusia yang suka korupsi tidak pucat dan layu. Bahkan, semakin memerah dan tegang lurus keras. Hampir semua tahu KPK sendiri lagi diserang bertubi-tubi masalah yang membasahinya baik dari internal maupun eksternal itu sendiri. Tapi kedewasan, ketekunannya dan istiqomahnya untuk memberantas para koruptor yang merusak bangsa ini dan pemerintahan ini, sikap KPK dengan orang-orang yang siap mengantikan nyawanya untuk sebuah amanah dari rakyat indonesia tidak melukai rakyat.

Dalam hitungan saatu bulan saja KPK sudah menangkap walikota/bupati dan sudah menentapkan sebagai tersangka kasus korupsi. KPK paten, tadi dua hari yang lalu Walikota Clegon ditangkap dan dijadikan tersangka. Dan lebih bergairahnya lagi dalam seminggu sudah tiga sampai empat walikota ditangkap dan memakai baju tahanan KPK yang berwarna orange itu.

Penangkapan walikota dan bupati yang dipercayakan masyarakatnya untuk menunaikan amanah warganya di daerahnya malah membuat luka dalam dan pedih di hati masyarakatnya, dengan berlebelkan status sebagai walikota atau bupati di kotanya lagak seperti orang yang paling baik dan jujur. Ironisnya, kebusukan hati dan buah pikiran yang kotor membuat lambang garuda di topi seorang walikota maupun bupati tidak bersinar dan sekuat gagahnya lambang negara kita.

Baca Juga :  Perpu Ormas Terkesan Diktator

Beragam-ragam masalah pejabat daerah yang lazim disebut walikota atau bupati kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK ada Yang diciduk karena terkait alat pengadaan infrasrtuktur alat kesehatan seperti walikota tegal siti mashita soeparno, dan walikota Batu Malang, Eddy Roempoko terkait suap pengadaan mebeulair.

“Habis kalau begini saudara-saudara. Semua karena uang, uang dan uang” ini lantaran selama ini kepala daerah yang bersangkutan kasus korupsi dikarenakan masih banyak penilaian orang disebut hebat dan berkuasa karena uang. Tidak peduli uang itu dihasilkan atau didapatkan melalui halal atau bukan yang penting banyak simpanan harta dan uang dan diiringi jabatan maka seperti bak firaunlah seseorang tersebut.

Komisi anti rasuah ini pun bicara degnan membuktikan hasil kerja mereka kepada rakyat indonesia bahkan khusunya kepada pansus hak angket KPK, bahwa mereka tidak seperti yang dituduhkan oleh sebagian orang. yang ada bahwa KPK memberantas para koruptor bukan membela koruptor yang mungkin saja masih banyak yang belum ditangkap di daerah-daerah lainya.

Baca Juga :  Memaknai Gurindam 12 dalam Membangun Budaya Kerja

Di balik masalah ada tersembunyi hikmah, bagi manusia yang mengunakan akalnya maka akan tergambar hikmah tersebut, begitulah kira-kira kedewasaan orang-orang yang ada didalam KPK itu. Kritik yang sifatnya intruktif dilontarkan sebagian pihak untuk KPK bukan malah membuat alergi dan merasa takut bahkan menjadikan energi positif yang membuahkan konstruktif atau membangun kekuatan KPK untuk semakin ganas dan beringas untuk memberantas para koruptor yang merusak bangsa ini, keganasan KPK sampai sejauh ini hendaknya membuat para pejabat derah yang lainnya mungkin ada niat membuat ruang uang hasil korupsi baiknya mengurungkan niatnya dan segera sadar dan kembalikan hati yang bersih bahwa hidup sementara dan malaikat nungkar nangkir tidak bisa disogok dengan uang hasil korupsi tetapi dengan menunaikan amanah janji masyarakatnya itu akan lebih baik daripada mencuri uang rakyat.

Baju Tahanan KPK
Ini bukan ide kurang waras atau bemci berlebihan dan mungkin tidak melanggar HAM. Ide cemerlang ituialah baiknya baju rompi tahananpara koruptor KPK baiknya dirubah warna dan bentuknya, agar lebih menunjukkan kalau mereka koruptor uang rakyat. Selama ini baju tahanan KPK lebih sedih santai dan tampak sopan dengan rompi yang berwarna orage juga bertulisan tahanan KPK seperti rompipada umumnya dan alakadarnya, tidak memberikan kesan kalau mereka bersalah besar telah mencuri uang rakyat. Buatlah baju yang terkesan tersangka menjadi lebih malu untuk mengenakan baju tahanan KPK.

Baca Juga :  Perempuan Pesisir dan Industri Maritim di Kepulauan Riau

Selama ini para tersangka yang menelan uang negara dari ratusan juta sampai ratusan milyar dengan gaya seperti tidak bersalah melambaikan tangan dan dengan percaya diri tersenyum ke awak media yang ditonton jutaan rakyat indonesia. Tidak ada rasa malu di merek dengan mengenakan rompi tahanan KPK tersebut.

Bagaimana seandainya baju para tersangka itu mengenakan baju tahanan pada umumnya bergaris-garis hitam putih dan dikakinya terdapat rantau yang berisi batu sedikit besar berwarna hitam yang mereka seret saat bertemu awak media, itu pasti akan memberikan pendukung efek domino bagi para calon-calon pejabat yang hendak ada nait korupsi.bagaimana? tidak salahkan? Satu kata “Save KPK”. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here