KPU Dorong Warga Rekam KTP-el

0
1143

Gunakan Hak Suasa Anda di Pilwako Tanjungpinang 2018

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengajak masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) untuk segera melakukan perekaman data KTP.

TANJUNGPINANG – Warga yang tidak memiliki KTP-el, terancam akan kehilangan hak suaranya dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, 27 Juni 2018 mendatang.

”Warga kita harus merekam, karena satu satunya sistem yang dapat mengontrol supaya tidak jadi kegandaan, KTP-el itu. Juga sebagai data berbasis elektronik diwajibkan sesuai perintah undang-undang pilkada,” kata Robby, kemarin.

Meskipun demikian, Robby menambahkan, warga yang tidak terdaftar dalam DPT masih bisa menyalurkan hak suaranya dengan menunjukkan KTP-el atau surat keterangan perekaman KTP-el dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang. Jika tidak, pemilih itu tidak bisa menggunakan hak suaranya.

Baca Juga :  Ikrar Bersama Jangan Jadi Pepesan Kosong

”Kemudian setelah direkam Dispendukcapil mengeluarkan surat keterangan. Berdasarkan itu dia masuk dalam daftar pemilih tetap,” ujar dia. Ia juga mengakui bahwa masih banyak calon pemilih yang enggan melakukan perekaman KTP-el. Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah daerah setempat supaya ikut mendorong masyarakat untuk melakukan perekaman KTP-el.

”Pemerintah harus meningkatkan kecepatannya melakukan perekaman. Publik juga harus didorong supaya mau direkam,” kata dia. Kata dia, KPU RI sudah memutuskan pencoblosan Wali Kota Tanjungpinang 2018 mendatang yakni tanggal 27 Juni atau setelah lebaran. Bahkan diperkirakan tahapan kampanye jatuh pada bulan Ramadan 2018 mendatang.

”Saat ini KPU sedang menunggu pencairan dana pilkada 2018 sebesar Rp 16,6 miliar,” tegasnya. Kata dia, setelah dana cair,maka tahapan pilkada akan segera digelar. Misalnya, pembentukan PPK, PPS dan KPPS kira-kira |September atau Oktober 2017.

Baca Juga :  Isdianto Canangkan Seluruh Wilayah Kepri Masuk Kawasan FTZ

Kemudian, KPU akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kalau tahun 2018 mendatang adanya perhelatan pesta demokrasi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, periode 2018-2023 mendatang, masyarakat jangan sampai golongan putih (golput) atau tidak memberikan hak suaranya pada pilkada mendatang.

”Mei kemarin KPU telah menggelar pendidikan pemilihan dengan mengundang mahasiswa dan ormas,” tegasnya. Kata dia, ia memprediksikan jumlah daftar pemilih bertambah dibandingkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2015 mendatang.

Karena, banyak pemilih pemula yang berumur 17 tahun sebelum pilkada digelar. ”Ada juga penambahan pemilih terutama masyarakat yang pindah ke Tanjungpinang,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah memperpanjang waktu perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP-el). Menurut dia, banyak warga yang belum melakukan perekaman data. Dia menuturkan, Kemendagri akan fokus terhadap daerah yang bersiap menyambut Pilkada 2018. Sebab, dalam menggunakan hak pilih, warga harus mempunyai KTP-el.

Baca Juga :  Ribuan Warga Sambut Soerya

Dia berharap, pembuatan E-KTP daerah yang menggelar pilkada tersebut selesai menjelang pilkada. Politikus senior PDIP itu menargetkan pada pertengahan 2017, sebanyak 22 juta data penduduk bisa terekam.

”Mudah-mudahan target kami pertengahan tahun depan ini, yang 22 juta, minimal sudah merekam datanya,” kata Tjahjo. Dia berharap, tidak hanya pemerintah pusat yang aktif merekam data penduduk. Pemerintah daerah juga harus ikut campur tangan.

”Blangko itu cukup. Dijatah karena sesuai dengan mendaftar. Selama ini, bilang ke kami yang belum mendaftar satu juta. Tapi Pemda tidak proaktif, hanya bisa 100 ribu, yang lain ditumpuk,” pungkas Tjahjo.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here