KPU Imbau Warga Terima Petugas Coklit

0
535
Robby Patria dan petugas coklit saat melakukan coklit di rumah warga. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang mengimbau warga Tanjungpinang untuk membuka pintu jika didatangi petugas yang akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Kegiatan coklit data pemilih mulai berlangsung 20 Januari dan berakhir 18 Februari 2018.

Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria mengatakan, selama masa tahapan coklit, petugas yang ditunjuk KPU akan mendatangi semua rumah warga sesuai domisili KTP elektronik. ”Kami masih dapat laporan kalau masih ada warga belum mau menerima petugas coklit,” kata Robby Patria, kemarin.

Robby juga minta kepada 523 petugas yang turun ke masyarakat melakukan coklit secara door to door, agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Karena, masih ada temuan, masih ada petugas coklit tidak melakukan coklit sesuai persedur. Ia minta, petugas coklit membaca buku panduan yang sudah diberikan oleh KPU.

Baca Juga :  Fathir Targetkan Suara Milenial di Pileg 2019

Buku pantuan tersebut sama dengan pantuan coklit ada di Indonesia, saat ini sama-sama melakukan coklit di 171 daerah yang menggelar pilkada serentak 2018. ”Kalau malas membaca buku panduan tersebut, ya memang mengalami kesulitan saat coklit, tapi kalau membaca panduan coklit pasti coklit berjalan lancar,” bebernya.

Saat melakukan coklit, ia minta agar masyarakat menyedikan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Masih kata Robby, proses pencocokan dan penelitian (Coklit) terhadap data Daftar Pemilih Potensial Peserta Pemilu (DP4). Tujuan utama Coklit untuk menyusun dan memperbaiki daftar pemilih agar mendapatkan data yang akurat pada pelaksanaan Pilwako.

Baca Juga :  Posisi Zaini dan Maryamah Terancam

Teknis pelaksanaan program ini dengan cara mengerahkan petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) ke rumah warga satu persatu. Tugas utama personel PPDP ialah mencocokan data di satu keluarga dengan data DP4 guna mendapatkan data pemilih tetap.

”Tugasnya itu dicek dari rumah ke rumah, apakah benar di rumah ini ada tiga atau empat orang yang sudah masuk hak pilih, dicek tanggal lahirnya, penulisan nama, jenis kelamin, dan lainnya.Ini yang dilakukan tim coklit,” ungkapnya.

Tak hanya itu, petugas PPDP diharuskan mendata masyarakat yang sudah memiliki hak pilih namun belum terdaftar. Ia juga ditugaskan sebagai agen KPU untuk mendidik masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum.

Baca Juga :  Gubernur Sudah Siapkan Calon Plt Wako

Bagi masyarakat yang belum coklit, hingga 18 Februari mendatang, ia mengharapkan agar warga tersebut melapor ke RT dan RW setempat. ”Hasil coklit ini akan menjadi data untuk daftar pemilih sementara sebelum ditetapkan jadi daftar pemilih tetap,” bebernya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here