KPU Jamin Hak Pilih Warga Binaan

0
70
Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Aswin Nasution bersama komisioner lainnya melakukan koordinasi dengan Kepala Rutan Kelas IA Tanjungpinang di Kampung Jawa. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Pemilih di Rutan

TANJUNGPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang melakukan koordinasi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjungpinang berada di Kampung Jawa Tanjungpinang, Jumat (28/9), agar warga binaan dapat memberikan hak pilih pada pemilu nanti.

Kedatangan rombongan dari KPU Kota Tanjungpinang dipimpin langsung Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Aswin Nasution didampingi tiga komisioner lainnya, seperti M Hafidz Diwa Prayoga, Andri Yudi, Susanty dan staf KPU Kota Tanjungpinang. Mereka disambut baik oleh perwakilan Rutan Kelas IA Tanjungpinang, Medi Albar sebagai Kasubsi Bantuan Hukum Pelayanan Tahanan (BHPT).

KPU Kota Tanjungpinang ingin memastikan, apakah warga binaan Rutan Kelas IA Tanjungpinang, ada masyarakat berasal dari Kota Tanjungpinang.

Apabila ada, pihak KPU meminta data ke pihak Rutan Kelas IA Tanjungpinang. Sehingga masyarakat Tanjungpinang sebagai warga binaan bisa menyalurkan hak pilihnya di Pemilu secara serentak tahun 2019 nanti.

”Kalau tidak salah, total keseluruhan warga binaan ada tiga ratusan orang. Tapi, kita belum terima data berapa banyak masyarakat Kota Tanjungpinang menjadi warga binaan di Rutan. Pihak Rutan berjanji akan memberikan data ke kita. Mereka minta waktu satu minggu ke kita untuk menyiapkan data tersebut,” kata Devisi Program dan Data KPU Kota Tanjungpinang, M Hafidz Diwa Prayoga kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (28/9).

Hafidz mengatakan, karena berkaitan dengan hak pilih masyarakat di pemilu 2019, KPU akan memasukkan nama warga binaan tersebut ke dalam Daftar Pemilih Tetap tambahan (DPTb).

Ini berdasarkan Peraturan KPU Nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih. Di pasal 36 ayat 2, DPTb sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas data pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain.

Pasal 3, keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat 2 berbunyi, butir a, menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari Pemungutan Suara. Butir b, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi.

Kemudian, dibutir c berbunyi penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi. Butir d, menjalani rehabilitasi narkoba. Butir e, menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan. Butir f, tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi. Butir g, pindah domisili; dan/atau, butir h, tertimpa bencana alam.

Intinya, warga binaan sudah terdaftar di TPS asalnya, akan dipindahkan ke TPS lainnya berada di daerah Rutan Kelas IA Tanjungpinang

Kemudian, KPU Kota Tanjungpinang akan menggelar rakor yang direncanakan di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (30/9) siang. Tujuannya, ingin menyatukan komitmen bersama stakeholder terkait dalam menghadirkan daftar pemilih berkualitas.

Di samping itu, rapat ini akan dijadikan forum komunikasi dan koordinasi terhadap daftar pemilih. Daftar pemilih berkelanjutan ini terkait kebutuhan kota untuk dapat menyajikan daftar pemilih komprehensif, akurat dan mutakhir. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here