KPU : Masyarakat Harus Cek DPT

0
95
Ketua KPU Provinsi Kepri, Sriwati bersama Raja Ariza, perwakilan Polda Kepri dan masyarakat sedang jalan santai GMHP di Tepilaut Tanjungpinang. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ratusan masyarakat ikut jalan santai Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP). Kegiatan diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri yang berlangsung di Gedung Gonggong berada di Tepilaut Tanjungpinang, Minggu (7/10).

Di sela pembagian hadiah dan doorprize, Ketua KPU Provinsi Kepri, Sriwati menghimbau kepada masyarakat untuk mengecek diri sendiri ke PPS, apakah sudah terdaftar hingga masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 nanti.

Apabila belum, Sriwati meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke petugas PPS berada di kelurahan, PPK berada di kecamatan maupun KPU. Agar petugas langsung mendaftarkan masyarakat tersebut sampai masuk ke dalam DPT Pemilu 2019.

”Jangan lupa bawa dan tunjukkan KTP elektronik ke petugas. Ini masih ada waktu. Karena berakhir pada 28 Oktober 2018,” kata dia saat pembagian hadiah dan doorprize akan berlangsung.

Saat jalan sehat terlihat Raza Ariza mewakili Gubernur Provinsi Kepri, perwakilan Polda Kepri, Walikota Tanjungpinang, H Syahrul.

Anggota KPU Provinsi Kepri, Priyo Handoko mengatakan, ada sekitar 494 posko GMHP se-Provinsi Kepri. Posko GMHP dibuka mulai dari tingkat kelurahan atau desa, kecamatan sampai ke penyelenggara Pemilu 2019 dalam hal ini KPU.

Posko GMHP sudah berlangsung sejak 1 Oktober 2018 dan akan berakhir aampai 28 Oktober 2018 nanti. Jadi, masih ada kesempatan buat masyarakat untuk melaporkan, apabila dirinya belum masuk ke DPT Pemilu tahun 2019. Baik itu masyarakat yang sudah punya KTP elektronik, tapi belum terdaftar, sampai masyarakat yang baru berusia 17 tahun.

Nanti, pesan Priyo, masyarakat jangan lupa membawa KTP elektronik miliknya disaat melaporkan ke petugas. Baik itu ke petugas PPS, PPK maupun KPU berada di posko GMHP.

”Kita akan masukkan nama masyarakat yang sudah memenuhi syarat untuk memilih,” terang dia.

Selain itu, KPU Provinsi Kepri akan membersihkan data ganda serta memperbaiki data anomali milik masyarakat. Ada sekitar 50 ribuan data ganda yang terdeteksi oleh KPU.

Prediksinya, dari 50 ribuan data ganda hanya 20 ribuan data ganda yang akan dibersihkan. ”Kita tetap akan bersihkan data ganda hingga batas akhir pada 28 Oktober 2018,” tegas dia.

Data anomali, jelas dia, ada beberapa elemen data kependudukan terdapat salah tulis. Seperti NIK, nama sampai alamat kependudukan. ”Tapi, orangnya ada. Ini yang akan kita perbaiki nanti,” ucap dia.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk aktif mengecek sampai memastikan dirinya sudah masuk kedalam DPT atau belum. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here