KPU Matangkan Sipol untuk Pendaftaran Parpol

0
500
SEMINAR: Ketua KPU Provinsi Kepri, Sirajuddin membuka acara bimbingan teknis kepada DPD atau DPW parpol se-Kepri, Senin (2/10). F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Proivnsi Kepri menggelar uji coba Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) tahap terakhir yang diikuti perwakilan partai politik calon peserta Pemilu 2019. Kegiatan ini digelar di Hotel CK Tanjungpinang, Senin (2/10).

KPU mengundang 17 partai politik (paprol) berada di Provinsi Kepri. Yang ikut ada parpol peserta pemilu 2014 dan peserta atau partai baru yang bakal jadi peserta pemilu 2019.

Partai yang baru yang diundang adalah pengurus Partai Rakyat, Partai Idaman, Partai Garuda, Perindo, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Parpol peserta pemilu 2014 lalu, yakni PKPI, PBB, Partai NasDem, PKS, PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PPP, Partai Hanura, PKB dan Partai Demokrat.

”17 parpol ini berdasarkan hasil koordinasi kita (KPU, red) dengan Kesbangpol Provinsi Kepri,” kata Ketua KPU Provinsi Kepri, Said Sirajuddin kepada Tanjungpinang Pos, disela selesai membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis, kemarin.

Sirajuddin mengatakan, kerja KPU Provinsi Kepri sudah relatif mudah. Karena menunggu data parpol yang masuk ke dalam Sistem Informasi partai Politik (Sipol). Misalnya, Sipol memberikan data ada sekitar 17 parpol berada di Provinsi Kepri. Maka, KPU Provinsi Kepri hanya melakukan verifikasi data 17 parpol tersebut. ”Partai baru kita belum tahun dimana kantornya. Kita butuh data-data itu untuk melakukan verifikasi ,” ucap dia.

Saat di cek di lapangan, jika alamat kantor parpol tidak sudah sesuai di alamat yang tertera di Sipol, maka KPU Provinsi Kepri akan menyurati KPU pusat. Intinya, bahwa parpol A tidak ada kantornya di Provinsi Kepri. Dengan ada laporan di provinsi, maka KPU pusat yang akan menindak lanjuti laporan tersebut ke DPP parpol. Kalau sudah ada kantor berarti parpol tersebut belum memenuhi syarat alias BMS.

Kata dia, tujuan digelar kegiatan itu, supaya DPP masing-masing parpol untuk segera memperbaiki data parpolnya yang masih kurang. Baik itu dari kepengurusan parpol hingga alamat atau domisili kantor parpol di Provinsi Kepri. ”Masa perbaikan data-data alamat parpol tujuh hari. Pendaftaran parpol di pusat, mulai tanggal 3-16 Oktober 2017,” terang dia.

Sambung Said Sirajuddin, ada tiga bentuk verifikasi yang dilakukan KPU nanti. Pertama, mulai kepengurusan parpol, alamat kantor yang harus jelas. Apakah status kantor parpol tersebut, sewa, pinjam pakai atau milik sendiri.

Kemudian, ada surat keterangan dari camat, lurah atau desa, yang menyatakan memang benar kantor tersebut milik parpol. ”Kalau tidak ada salah satu dari tiga yang dilakukan verifikasi, maka kita akan menyurati ke KPU pusat. Melaporkan kondisi parpol tersebut,” tegas dia.

Dia menjelaskan, Sipol merupakan seperangkat sistem teknologi informasi yang berbasis web. Sipol ini, lanjut dia, untuk melayani parpol, calon peserta Pemilu melakukan input data parpol terdiri dari profil parpol, kepengurusan, domisili dan keanggota. Fungsinya, persiapan pendaftaran parpol sebagai calon peserta pemilu mendatang.

Kemudian, mendukung pelaksanaan tugas KPU RI, KPU Provinsi hingga KPU kabupaten/kota dalam melakukan verifikasi kelengkapan pemenuhan perdyaratan parpol calon peserta pemilu dan pemeliharaan data dan infomrasi parpol untuk pelayanan publik. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here