KPU Tetapkan 141.777 Pemilih

0
139
KPU Kota Tanjungpinang melaksanakan Rapat Pleno penetapan DPT, Kamis (19/4) malam di Hotel CK Tanjungpinang

Tak Memiliki KTP-el, Terancam Tidak Memilih 

TANJUNGPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang  menetapkan sekitar 141.777 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan berpartisipasi dan dapat menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjungpinang, 27 Juni mendatang.

Pleno penetapan dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (19/4) malam. Meski demikian, jumlah DPT berkurang dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diumumkan KPU, Maret lalu sekitar 144.241 jiwa.

Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Robby menuturkan, penetapan DPT merupakan hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang telah dilakukan bersama dengan pihak kelurahan.

Bekurangnya DPT, ada beberapa penyebab, diantaranya data identitas ganda identik. Serta masih ada beberapa masyarakat yang terdata secara fisik tinggal di kawasan itu, namun dinyatakan tak memenuhi syarat karena tak  memiliki KTP eletronik maupun Surat Keterangan (Suket).

Seperti diutarakan Lurah Pinang Kencana, Syamsul bahwa sesuai data yang dimiliki ada sekitar 400 lebih warganya tidak masuk DPT. Serta 276 diantaranya karena tak memiliki KTP eletronik. Persoalan lainnya karena baru pindah datang.

”Sekitar 95 persen yang belum punya KTP mereka pemilih pemula. Jadi baru di Pilkada 2018 ini ikut memilih. Kami berharap nantinya bisa melakukan perekaman di Disdukcapil sebelum Pilkada 27 Juni mendatang,” ungkapnya di sela-sela menghadiri rapat Pleno penetapan DPT.

Menurutnya, jika mereka tak kunjung memiliki KTP atau Suket, terancam tak bisa menggunakan hak suaranya. Ketua KPU Tanjungpjnang, Robby menurutkan, bagi masyarakat yang memiliki KTP Elektronik Tanjungpinang, meski tak masuk DPT namun tetap bisa memilih.

Nantinya bisa datang ke TPS di kawasan rumah pada pukul 12-13.00 WIB, pada saat pemilihan 27 Juni mendatang. ”Asalkan dia warga Tanjungpinang, memiliki KTP Eletronik atau Suket di hari pencoblosan bisa menggunakan hak suaranya,” ungkapnya.

Kadisdukcapil Tanjungpinang, Irianto menuturkan untuk mendapatkan Suket harus melakukan perekaman data terlebih dahulu. Kini alat perekaman data yang dimiliki hanya ada dua. Satu diantaranya berada di Kantor Disdukcapil sendiri dan berada di Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Kemampuan alat untuk merekam setiap harinya hanya untuk 70 orang. Sedangkan kapasitas cetak KTP-Eletronik lebih besar, yaitu 210 karena kini mengoperasionalkan 3 alat mesin cetak. Meskipun satu diantaranya di-stanby-kan untuk memperbaiki data KTP Eletronik yang salah saat di cetak.

Jadi terkadang ada saja KTP yang saat dicetak tak keluar tandatangan, sidik jari atau lainnya. Padahal di komputer ada. Jadi kita standby kan satu mesin cetak untuk memperbaiki ini,” ungkapnya.

Meskipun diakuinya, data konsolidasi dengan Kemendagri, masyarakat Tanjungpinang yang belum melakukan perekaman sekitar 10 ribu. ”Ini data Kemendagri ya, tapi data dari kelurahan untuk Pilkada ini hanya sekutar seribuan. Mudah-mudahan bisa selesai dalam sebulan ini,” ungkapnya.

Hitungannya, yaitu 22 hari kerja di kalikan kemampuan mesin merekan data 140 orang. Maka hasilnya sekitar 3.080 jiwa. Tentunya data DPT Pilkada ini menjadi basis awal bagi KPU Tanjungpinang untuk menjadikan DPS Pemilu 2019.

Hadir dalam rapat pleno, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Drs Raja Ariza, Sekda Tanjungpinang, Kadisdukcapil Tanjungpinang, Robby Patria, Kapolres Tanjungpinang, Ucok Silalahi, Ketua Banwaslu Tanjungpinang, Mariama, penghubung (Lo) masing-masing Paslon serta perwakilan dari kecamatan, lurah serta PPS. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here