KPU: Wajar Tak Masuk DPT

0
133
Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Aswin Nasution didampingi M Hafidz Diwa Prayoga, Divisi Program dan Data mengunjungi salah satu rumah warga di Kampung Tirto Mulyo. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang Aswin Nasution mengatakan wajar warga tak punya dokumen tak masuk daftar pemilih.

TANJUNGPINANG – Aswin memastikan laporan dari masyarakat, bahwa ada sebanyak 10 orang yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah sejak lama, sampai sekarang.

Untuk kepastian laporan dari masyarakat, rombongan yang dipimpin langsung Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Aswin Nasution bersama M Hafidz Diwa Prayoga, Divisi Program dan Data KPU Kota Tanjungpinang serta perwakilan kepolisian, dan didampingi PPS Kelurahan Pinang Kencana, Hartendi mendatangi ke beberapa rumah warga berada di Kampung Tirto Mulyo, RT2/RW10, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (10/2) pagi.

Dari 10 orang yang tidak terdaftar di DPT Pemilu, pihak KPU Kota Tanjungpinang hanya mengambil 4 orang untuk dijadikan sampel. Ternyata, 4 orang tersebut tidak memiliki dokumen kependudukan, baik dari daerah asal maupun di Kota Tanjungpinang.

Ternyata, mereka tinggal di wilayah hutan lindung Tanjungpinang sudah cukup lama. Ada masyarakat tinggal di Kota Tanjungpinang sejak tahun 2009 lalu sampai sekarang.

”Enam orang itu sama tidak memiliki dokumen kependudukan. Jadi, wajar saja tidak bisa masuk ke dalam DPT pemilu,” kata Aswin Nasution kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (10/2).

Solusinya, kemungkinan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Karena permasalahan 10 orang tersebut pada dokumen kependudukan.

Selain itu, ada dua orang yang masih memiliki identitas kependudukan dari daerah asalnya, yaitu Palembang. Saat ditanya, dua orang tersebut tidak mengetahui apakah dirinya terdaftar ke dalam DPT atau tidak.

Maka dari itu, pihaknya langsung mengecek berdasarkan nama serta NIK dua orang tersebut. Hasilnya, dua orang tersebut terdaftar di DPT daerah asalnya.

Atas temuan tersebut, pihak KPU Kota Tanjungpinang menyarankan dua orang untuk melakukan pindah pilih, dari Palembang ke Kota Tanjungpinang. Nanti, petugas terkait yang langsung proses surat pindah pilih (A5) untuk dua orang tersebut.

”Saat coblos, dua orang itu hanya menerima satu surat suara, yaitu pilpres. Karena pindah pilih yang dilakukan sudah antarprovinsi,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here