KPU Waspadai Ijazah Palsu

0
628
Suasana di Kantor Sekretariat KPU Kota Tanjungpinang usai pendaftaran dan pemeriksaan berkas paslon Wako dan Wawako Tanjungpinang.f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Balon Perseorangan Belum Serahkan Fotocopi Ijazah

Divisi Logistik KPU Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf Mahidin menegaskan, pihaknya akan lebih teliti dalam meneliti keabsahan ijazah bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – KPU tidak ingin kecolongan menetapkan calon kepala daerah yang dalam proses pendaftarannya ternyata menggunakan ijazah palsu.

Karena berdasar hasil evaluasi KPU RI terhadap Pilkada Serentak 2015 dan 2017, salah satu masalah penting dalam verifikasi berkas calon kepala daerah ialah keabsahan ijazah.

”Kalau pasangan Lis-Maya dan Syahrul-Rahma, berkasnya lengkap. Tidak ada yang kurang hanya dari pasangan balon perorangan saja yang berkasnya tidak lengkap,” kata Muhammad Yusuf Mahidin kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (17/1).

Baca Juga :  Ditetapkan KPU Pemenang Pilwako, Syahrul-Rahma Lega

Kata dia, KPU Kota Tanjungpinang menetapkan berkas persyaratan pencalonan Walikota dan Wakil Walikota periode 2018-2023, milik pasangan perseorangan, yaitu Edy Safrani dan Edi Susanto tidak lengkap. Karena kedua balon kepala daerah tersebut, tidak melampirkan fotocopi ijazah pada saat pendaftaran sebagai balon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang di Kantor KPU Kota Tanjungpinang, Rabu (10/1) lalu.

Ini berdasarkan dari pemeriksaan berkas persyaratan tiga pasang balon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, yang sudah dilakukan oleh KPU selama lima hari, mulai dari Jumat (12/1) sampai dengan Selasa (16/1). Baik itu berkas paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah-Maya Suryanti, H Syahrul-Rahma, dan Edy Safrani dan Edi Susanto.

Baca Juga :  Kerawanan Pemilu Kepri Masuk Katagori Sedang

Yusuf mengatakan, balon Walikota Tanjungpinang, Edy Safrani belum melampirkan ijazah SMA dan legalisir asli ijazah S1. Begitu juga dengan balon Wakil Walikota Tanjungpinang, Edi Susanto tidak melampirkan legalisir ijazah SMA yang asli, dan ijazah D3. ”Karena Pak Edi Susanto menggunakan gelar Amd,” ucap dia.

Dengan belum dilampirkan dokumen tersebut, KPU Kota Tanjungpinang masih memberikan kesempatan kepada pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang melalui jalur perseorangan, yaitu Edy Safrani dan Edi Susanto untuk segera melengkapi berkas tersebut. Kesempatan untuk melengkapi dokumen tersebut, terhitung sejak Kamis (18/1) ini, sampai Sabtu (20/1) nanti.

Baca Juga :  Relawan Siap Gempur Medan Berat untuk Sampaikan Salam Ansar-Marlin ke Masyarakat

Setelah itu, maka KPU akan kembali melakukan pemeriksaan berkas paslon perseorangan tersebut. Supaya tahu, apakah berkas tersebut sudah dilengkapi atau belum oleh paslon perseorangan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut.

Karena tahapan selanjutnya, KPU akan mengumumkan tiga paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut. ”Kita tetapkan balon menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, tanggal 23 Februari 2018 ini,” sebut Yusuf.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here