Kreativitas Pemuda Manfaatkan Bahan Kulit

0
1088
PERAJIN: Deni, pemuda pengerajin kulit asli saat menjual karya tangannya di pasar malam Pamedan.f-yoan/tanjungpinang pos

Belajar Otodidak, Berdayakan Internet

Semua pengetahuan ada di dunia maya. Sehingga, bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan ilmu dan menghasilkan uang. Itulah yang dilakukan Deni Irawan, penjual tas kulit.

Tanjungpinang – Banyak pemuda memanfaatkan internet untuk sekedar bergerilya di medsos, membaca berita atau membuka foto-foto fulgar. Karena itu, jika dikatakan bahwa era globalisasi dengan kemajuan teknologi menjadikan generasi muda hilang jati diri, itu banyak dialami mereka yang kurang kreatif.

Buktinya, salah seorang pemuda Tanjungpinang berhasil menciptakan produk brandid hanya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Usianya masih muda, karena baru menginjak di angka 26 tahun. Namun tidak ada yang mengira bahwa pemuda satu ini memiliki tangan emas dalam menciptakan produk berbahan kulit asli.

Adalah Deni Irawan yang berkenan membagikan perjalanan singkatnya dalam meniti pucuk karis di dunia entrepreneur. Sebelumnya kepada Tanjungpinang Pos, dalam rencana sesi wawancara, Deni bersepakat untuk bertemu janji di lokasi lapak usahanya yang saat ini sedang di gelar di pasar malam Pamedan. Padahal bengkel kulit yang dikelolanya dengan nama Saltwater ini bertempat di Bintan Center Tanjungpinang.

Baca Juga :  QRIS UMKM dan Warga Transaksi Tanpa Dompet

”Di Pamedan saja Bang, biar seru,” kata dia membuat janji. Saltwater yang diakuinya baru didirikan dengan usia 1 tahun itu sudah cukup untuk memantapkan hati pemuda berjambang tipis ini untuk fokus di dunia produksi kulit. Menurutnya, ada kepuasan dan tantangan tersendiri dalam menciptakan produk hand made tersebut.

”Pertama, ini bahannya kulit sapi asli yang saya pesan langsung dari Bandung. Terus tekstur setiap inci kulit memiliki karakter berbeda, tentunya merasa puas saja kalau berhasil menciptakan produk berkelas gitu Bang,” bebernya. Kulit yang dipesanpun, tidak tanggung-tanggung, yakni satu ekor kulit sapi utuh untuk diolah menjadi ragam produk.

Baca Juga :  Baginta Jadi Asintel Kasdam I/BB, Tarigan Jabat Kasintel Korem 003

”Saya belajarnya otodidak. Paling memanfaatkan internet untuk berselancar di youtube. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa menciptakan berapa produk,” terangnya sambil memamerkan produksi tangan emasnya. Ada tempat korek api, dompet khusus pria, sampul paspor hingga gelang dan tas berkelas. Awak media menyaksikan dengan detail bahwa sudut-sudut produknya terpotong dengan rapi dan dijahit dengan tangan yang memiliki standar baik. Uniknya, Deni mengaku tidak menggunakan bahan kimia dalam proses akhir produksinya.

”Ini alat-alat saya Bang. Finisnya biasanya banyak yang pakai bahan kimia. Kalau saya tidak, baik menghalus dan membuat kulit mengkilat, saya pakai bahan alami semua,” ujarnya sambil menyebutkan beberapa nama jenis daun yang mampu menghidupkan warna produknya. Untuk harga, pemuda tamatan salah satu perguruan tinggi kota peyem ini menyambut dengan senyum, karena memang sasaran utamanya adalah golongan menengah ke atas.

Baca Juga :  Proyek Besar Terhambat Lahan

”Paling murah Rp 50 ribu satu. Itu untuk tempat korek api saja. Selebihnya ratusan hingga jutaan,” tuturnya dengan mantap. Bahkan, Deni membuka diri untuk menerima tempahan sesuai dengan selera konsumen. Proses pengerjaannya pun bisa diawasi langsung oleh si pemesan.(YOAN S)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here