KRI Wiratno Cari Empat Tekong Vietnam

0
915
KAPAL CEPAT: Personel kejaksaan bersama aparat TNI AL mencari empat tekong kapal Vietnam yang melarikan diri dengan kapal cepat Sea Rider ke Pulau Laut. F-ISTIMEWA

NATUNA – PIHAK TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Wiratno 379, membantu pencarian empat nakhoda kapal ikan Vietnam yang melarikan diri dari Kejaksaan Negeri (Natuna) Natuna. Sebelumnya, diinformasikan seorang nelayan telah kehilangan perahu yang diduga dicuri empat terdakwa (Illegal Fishing) tersebut untunk melarikan diri, Kamis (20/7).

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai Letkol Laut (P) Tony Herdijanto mengatakan, selain melibatkan kapal perang pihaknya juga menambahkan empat kapal cepat patroli Sea Rider. Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengejaran dengan melakukan penyisiran di perairan utara dan selatan Pulau Laut.

Baca Juga :  Hamid Rizal Harapkan Suntikan PAD dari Bandara

Bakan selama pencarian, tidak sedikit kapal pompong nelayan yang diperiksa bahkan dimintai keterangan terkait ciri-ciri pompong yang diduga dicuri oleh empat terdakwa. ”Analisa saya, terdakwa sudah merencanakan pelarian ini secara matang. Dugaan sementara, terdakwa lari ke arah utara dan akan transit ke Pulau Laut untuk mengisi bahan bakar,” kata Letkol Laut (P) Tony Herdijanto, Senin (24/7).

Untuk mensiasatinya, pihaknya telah menginstruksikan personel Pos TNI AL di Pulau Laut untuk memantau di beberapa pelabuhan. Tujuannya, agar tidak kecolongan saat para terdakwa transit di Pulau Laut untuk mengisi bahan bakar. Jika melihat jenis pompong yang diduga dicuri oleh terdakwa, maka ia meminta jajaran Pos TNI AL Pulau Laut untuk melak ukan penyergapan.

Baca Juga :  Pasar Modern di Batubi Belum Difungsikan

Menurutnya jenis kapal pompong milik warga yang hilang, mempunyai kecepatan 7 knot dan empat terdakwa itu membutuhkan waktu empat hari mereka untuk sampai di Vietnam.  ”Prediksi kita, mereka masih ada di laut. Makanya belum ada batas waktu kapan pencarian ini di hentikan,” tegasnya.

Tony menyebutkan, kejadian tersebut merupakan yang kedua kalinya. Agar tidak terjadi ketiga kalinya, pihaknya akan memperketat proses keluar masuk ABK Vietnam di Mako Lanal termasuk meningkatkan koordinasi lintas sektor termasuk dengan Kejari Natuna. rupakan kali kedua selama dirinya menjabat sebagai Danlanal Ranai. Agar tidak terjadi ketiga kalinya, pihaknya akan memperketat proses keluar masuk ABK Vietnam di Mako Lanal termasuk meningkatkan koordinasi lintas sektor termasuk dengan Kejari Natuna.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here