Krisis Air Bersih Masih Berkepanjangan di Kepri

0
470
AIR baku di Waduk Gesek Bintan mengering dan tak bisa dioperasikan lagi.f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Krisis air bersih masih terus berkepanjangan di Kepri seperti di Natuna dan Tanjungpinang. Di Tanjungpinang, Waduk Gesek belum dioperasikan sama sekali.

Wahyu Kabid Teknik PDAM Tirta Kepri mengatakan, meski hujan turun dua kali, namun air baku di Waduk Gesek belum bertambah juga. Sehingga mesin IPA (Instalasi Pengolahan Air) belum bisa dioperasikan.

”Sampai hari ini (kemarin, red) kita belum bisa operasikan Waduk Gesek. Airnya tak ada. Kondisinya masih seperti kemarin,” ujar Wahyu kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (7/4).

Sementara itu, kondisi air di Waduk Sei Pulai juga terus terkuras. Saat ini, kondisinya tinggal 1,8 meter. Air ini akan terus berkurang 5-7 Cm perhari. Jika cuaca panas, kondisi air makin cepat berkurang.

Distribusi air ke pemukiman warga yang mengalami kekeringan masih terus dilakukan PDAM meski kapasitasnya dikurangi. Memang, kata Wahyu, PDAM menerima banyak keluhan tentang ini.

Baca Juga :  Kepri Butuh Banyak Penerjemah

Sementara itu di Ibu Kota Kabupaten Natuna, Ranai, keberadaan air bersih masih menjadi buah bibir warga. Mereka menyebut ketersediaan ari bersih masih krisis.

Keadaan ini berdampak kurang enak terhadap kehidupan warga setiap hari. Karena kekurangan air, warga kesulitan membersihkan badan, pakaian dan perabotan rumah tangganya.

”Ini sudah tiga minggu lebih terjadi. Kami sudah dua kali beli air bersih dari mobil pengangkut air bersih. Kalau tak dapat beli, tak tahu lah, karena air PDAM mati-mati terus. Kita benar-benar masih krisis air,” kata Deri, seorang warga di Jalan Dewi Sartika Ranai, kemarin.

Keadaan ini bukan hanya membuat warga kekurangan air, tapi juga kekurangan tidur, di mana mereka harus begadang menunggu kedatangan air untuk dapat ditampung meskipun sedikit.

Baca Juga :  Penghujung 2018, Lanud RHF Gelar Doa dan Istighozah Bersama

”Memang betul, tidur kami pun jadi mentah lalu (sekali). Saya setiap malam nunggu air ngalir sebesar lidi, itu pun ngalirnya pas dini hari dan tidak berlangsung lama. Tapi tak apa lah biar dapat cuci bekas buang air besar dan kencing. Kalau kami tidak begitu, kami tidak akan dapat air sama sekali,” timpal Piri, warga lainnya.

Mereka mengaku tidak mengetahui prihal asbab musabab terjadinya keadaan seperti ini lantaran tidak ada pemberitahuan resmi dari pemerintah dan PDAM kepada mereka.

”Katanya pipannya rusak, ada juga yang bilang sumber airnya sudah kering, tapi itu masih simpang siur aja. Kami tak tahu mana yang benar. Tapi kalau kami lihat di jalan banyak air dari pipa PDAM yang terbuang sia-sia. Geram sekali melihatnya, ingin rasanya saya pikul bawa pulang,” ungkap Piri.

Baca Juga :  Gubernur Janji Permudah Perizinan

Keluhan demi keluhan pun terkait persoalan air bersih ini sudah disampaikan kepada PDAM dan instansi pemerintah terkait agar segera mendapatkan solusi.

”Tapi kita mengeluhpun juga tak ada manfaatnya karena pemerintah dan orang PDAM lebih tahu kondisinya. Suka-suka mareka aja lah,” tandasnya.

Sebelumnya Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro menjelaskan kondisi ini terjadi akibat debet air berkurang dan pipa induk milik PDAM banyak yang rusak dan menua.

”Keadaan ini juga dipicu oleh tindakan illegel tapping (pencurian air melalui pipa) oleh sebagian oknum pelanggan,” terang Hendro. (mas/hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here