Krisis Air Mulai Melanda

0
728
Warga melihat kondis air di bagian hulu Waduk Sungai Pulau yang mulai kering. Waduk ini hanya mengandalkan air hujan. f-suhardi/tanjungpinang pos

PDAM Kurangi Produksi

Warga Ibukota Provinsi Kepri Tanjungpinan menghadapi krisis air bersih. PDAM Tirta Kepri pengelola air bersih mulai mengurangi produksi karena sumber air berbatas. Sumur warga mulai kering.

TANJUNGPINANG – PDAM mulai menerapkan sistem distribusi air bersih mati 8 jam ke pelanggan. Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau penyulingan air asin jadi tawar sebagai salah satu solusi mengatasi krisis air di Batu hitam juga belum dioperasikan oleh Pemko Tanjungpinang.

Menyikapi krisis air yang terjadi, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza memerintahkan kepada Amrialis selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang dan Kepala Dinas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Djafnurinsyah agar mendistribusikan air bersih kepada warga yang kesulitan air bersih.

”Pak Amrialis, tolong bantu masyarakat kita yang sedang krisis air bersih, ya,” kata Raja, kemarin.

Raja Ariza memerintahkan dua Kadis tersebut untuk terus melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengetahui titik-titik permukiman yang mesti mendapat suplai air bersih. Supaya bantuan air bersih yang diberikan oleh pemerintah tersalur ke masyarakat yang sedang membutuhkan air di rumahnya.

”Jangan sampai masyarakat kita susah untuk dapat air bersih,” harap dia.

Salah satunya warga mulai kesulitan air bersih, warga yang tinggal di kampung Wonosari, Kelurahan Batu IX.

Seperti yang dialami Novendra, salah satu warga RT03/ RW011, Kampung Wonosari. Ia mengaku sekarang air sumur miliknya tinggal sekitar setengah hingga satu meter. Padahal, kedalaman sumur yang terletak di depan rumahnya mencapai sekitar 12 meter.

”Terkadang saya bergantian dengan tetangga sebelah rumah untuk mengambil air bersih di sumur. Tengah malam saya ambil air sumur. Kalau tak seperti itu, tidak ada air bersih di rumah,” kata Novendra kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Meskipun pasrah, ia tetap berharap dengan turunnya air hujan. Supaya air bersih didalam sumurnya bisa bertambah.

”Alhamdulillah, semalam (Minggu, red) turun hujan, tapi hanya sebentar. Ya, mungkin bertambah,” sebut dia.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Kepri Syamsul Bahrum mengatakan saat ini air di Waduk Sungai Pulai hanya tinggal 1.29 meter. Kafasitas ini tak mampu menopang para pelanggan khususnya di wilayah Kota Tanjungpinang, sampai kafasitas kembali normal yakni diatas 2 meter.

Syamsul Bahrum menyampaikan, penjadwalan distribusi air menjadi 8 jam mati sudah berkali sejak 20 Februari lalu. Saat ini pelanggan yang terdapat di sebelas wilayah di Tanjungpinang, terkena dampak pemadaman sampai air di waduk sungai pulai kembali normal. ”Kami mohon maaf atas terganggunnya,” ujar pejabat yang juga menjabat Asisten II Pemprov Kepri tersebut.

Adapun wilayah yang terkena dampat pemadaman, antaranya kawasan Sungai Jang, Jalan Ahmad Yani, MT Haryono, DI Panjaitan, Komplek Pertamina Batu 8, Perum Kuantan Indah, Arif Rahman Hakim, Brogjen katamso, RH Fisabilillah, dan Ir Sutami.

”Kita juga mengimbau kepada para pelanggan, manfaatkan air secukupnya, karena saat ini debit air kita di IPA Sungai Pulai belum menunjukkan penambahan. Sebelumnya, masih 2 meter, saat ini sudah di bawah 1,30 meter,” jelasnya.

Syamsul pun menyampaikan, bagi para pelanggan yang sangat membutuhkan, saat ini PDAM Tirta Kepri menyediakan kontak person untuk informasi nomor yang dapat di hubungi 077121574. Kontak person ini dibuka untuk para pelanggan yang membutuhkan air bersih.

”Kami membuka kontak person untuk pelanggan, yang sangat membutuhkan air,” terangnya.

PDAM bisa menyalurkan air, hal itu tentunya kata dia, peran serta Ketua RT/RW yang aktif berkomunikasi dengan pihak operator mereka.

”Seperti tahun sebelumnya, kita minta Ketua RT/RW mengirim surat atau mengubungi kantor PDAM karena sangat mendesak, karena sudah krisis air bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Produksi PDAM Tirta Kepri, Budiyanto, menjelaskan saat ini, Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di Dam Sungai Pulai hanya bisa memproduksi 100 liter per detik. Sebelumnya, mampu memproduksi 120 liter per detik.

Air bersih yang mengalir ke rumah pelanggan menjadi berkurang. Berkurangnya produksi air oleh PDAM karena air baku terbatas. Air baku di Sungai Pulai terus surut. Bila tidak hujan dalam waktu dua pekan ke depan, PDAM Tirta Kepri bakal kehabisan air baku.(ANDRI – SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here