KSOP Ingin Pelabuhan Dompak Dioperasikan

0
243
Aprianus Hangky (tengah) dengan petinggi Kemenhub RI. f-abas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pembangunan lanjutan Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang, belum jelas tahun ini. Pembangunannya, sudah menelan APBN sebesar Rp121 miliar dan, sudah memasuki tahun keempat mangkrak. Asetnya masih milik Kementerian Perhubungan RI, belum dihibahkan ke Pemprov Kepri.

Pelabuhan itu dibangun pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan direncanakan dijadikan pelabuhan Domestik dan Internasional.

Pekerjaan terakhir pembangunan fasilitas Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang adalah pada 2015 lalu. Artinya, sekarang ini sudah masuk tahun keempat proyek tersebut terlantar. Pelabuhan tersebut dibangun untuk mengeliatkan perekonomian di wilayah Dompak.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang Aprianus Hangky, membeberkan tahun 2018 lalu, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Laut menganggarkan dana pembangunan lanjutan sebesar Rp6,9 miliar. Dana tersebut tidak bisa digunakan, lantaran kepolisian saat itu, sedang mengusut dugaan korupsi.

”Dana Rp6,9 miliar dikembalikan ke pusat. Jadi, tak ada pembangunan lanjut 2018, lalu,” ujarnya.

Supaya tidak mangkrak dan bangunnya tidak hancur makin parah, Kepala KSOP berharap agar pelabuhan tersebut segera difungsikan. Kalau tidak difungsikan bangunnya bakal semakin hancur.

”Kita minta difungsikan. Kalau tidak difungsikan bangunnya semakin hancur dan mangkrak,” kata Aprianus Hangky, disela-sela ujicoba sandar kapal kargo di Pelabuhan Tanjungmoco Dompak, Kamis (21/2).

Kata dia, dalam setiap rapat bersama Dirjen Perhubungan Laut (Dirhubla) Kemenhub, Pelabuhan Dompak memang selalu disorot. Karena sudah menjadi atensi untuk dirampungkan. Menurut Afrianus, Kemehub sudah mengalokasikan anggaran lewat APBN 2018 lalu, dengan pagu anggaran sebesar Rp6,9 miliar.

Dijelaskan Aprianus, alokasi anggaran tersebut peruntukannya adalah penyelesaian akhir Pelabuhan Dompak. Namun, karena masih dalam proses penyelidikan polisi, pihaknya harus mengembalikan anggaran tersebut. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur yang lain.

Menurutnya, terminal utama di Tanjungpinang dan Kepri umumnya ini adalah pelabuhan. Maka Pemerintah pusat terus berupaya untuk membangun pelabuhan-pelabuhan yang representatif. Seperti Pelabuhan Dompak itu nanti. Seperti diketahui, kondisi Pelabuhan Dompak sangat memprihatinkan saat ini. Pasalnya, kaca-kaca yang menjadi dinding terminal hancur berkeping-keping, karena dirusak tangan jahil orang yang tak bertanggungjawab. Selain itu, ponton tempat sandar kapal di tersebut juga dirusak oleh orang tak dikenal.

Tak hanya itu, pontongnya juga banyak yang sudah berkarat. Kemudian, besi jendelannya dicuri orang untuk dijadian besi tua. Belum lagi Plafon banyak rusak dimakan usia. Rumput ilalang tumbuh tinggi di area pelabuhan. Sampah-sampah juga terlihat berserakan di dalam terminal. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here