KSOP Pantau Aktivitas Nelayan

0
494
MELAUT: Kapal pukat nelayan saat berangkat melaut untuk menangkap ikan, bertolak dari pelabuhan Barek Motor Kijang. F-ADLY BARA/tanjungpinang pos

Bintan Pesisir – KANTOR Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sribayintan Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Masih memberlakukan larangan berlayar, bagi kapal nelayan yang bermuatan di bawah 10 Gross Ton (GT). Larangan tersebut dikeluarkan sejak memasuki musim angin utara, sekitar bulan November tahun 2016 lalu.

Kasi Keselamatan Pelayaran KSOP Kijang, Zefly mengatakan larangan tersebut masih diberlakukan dengan alasan keselamatan. Saat ini musim utara masih berlangsung, kata Zefly, pihaknya telah mengerahkan kapal patroli untuk mengawasi kapal-kapal nelayan kecil di selah-selah pulau di Kecamatan Bintan Pesisir seperti Pulau Kelong, Cempedak, Mapur dan Numbing.

”Karena angin utaraini berbahaya, kami mengawasi nelayan-nelayan kecil yang sedang mecari ikan dan bila terlalu jauh posisinya dari jangkauan pelabuhan. Maka kita datangi dan mengimbau untuk geser sedikit posisinya agar nelayan tersebut dalam jangkauan pengawasan,” ujar Zefly, Senin (30/1).

Tidak melarang sepenuhnya tidak berlayar, lanjut Zefly, menurutnya kapal nelayan di atas 5 GT tentunya daerah pencarian ikan lumayan jauh.

Sedangkan nelayan-nelayan kecil pakai perahu, hanya dalam jangkauan diantara pulau. Tingginya gelombang sangat berpengaruh dengan kapasitas GT kapal yang mampu melewati ombak tinggi.

Selain itu, Zefly juga menambahkan tidak hanya kapal nelayan. Namun kapal-kapal angkut barang dan penumpang antar pulau juga tak luput dari pantauan pihak KSOP. Menurut Zefly, imbauan terus dilakukan dan dilanjutkan dengan kegiatan pengawasan melalui radio komunikasi antar kapal bahkan personel KSOP turun ke lapangan dengan menggunakan sarana kapal operasional.

”Karena sebelum memasuki musim utara pada tahun 2016 lalu, dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut telah mengirimkan perintah pengawasan ke daerah-darah di seluruh Indonesia perihal keselamatan pelayaran saat memasuki perubahan musim angin serta cu aca ekstrim,” jelas Zefly.

Dengan menurunkan 4 hingga 5 personel KSOP, lanjut Zefly, pihaknya dalam satu hari 2 kali turun melaksanakan patroli untuk mengawasi situasi perairan seputar Kecamatan Bintan Pesisir. Bagi kapal-kapal besar, diharapkan mengikuti informasi perubahan cuaca pada alat komunikasi digital jaringan satelit.

Dengan memantau perubahan cuaca, kapal memiliki kesempatan untuk menghindar dari jalur pelayaran yang di nilai rawan gelombang tinggi.

Sebelumnya Camat Bintan Pesisir Zulkhairi telah mengimbau kepada seluruh Kepala Desa, yang ada di Kecamatan Bintan Pesisir yakni Desa Air Glubi, Mapur, Kelong dan Numbing. Untuk mengawasi warganya yang mayoritas adalah nelayan, saat musim angin dan cuaca ekstrim yang sedang berlangsung. Zulkhairi tetap memantau situasi perairan dengan pihak terkait, untuk mengutamakan keselamatan warganya.

”Saya sudah koordinasikan dengan seluruh kades, agar lebih aktif untuk mengawasi warganya yang beraktivitas sehari-hari sebagai nelayan. Keselamatan mereka adalah hal yang utama, dan kita tiak melarang mereka ingin mencari ikan tetapi dengan memperhatikan keselamatan,” ujar Zulkhairi. (adly bara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here