Kualitas Raskin Makin Jelek

0
735
BERAS raskin: Warga menunjukkan kondisi beras yang diterima, selain berkutu warnanya sudah kecoklatan.F-ISTIMEWA

Lis : Perlu Koordinasi agar Beras Ditukar

TANJUNGPINANG – Sejumlah warga Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur mengeluh jatah beras sejahtera (rastra), sebelumnya dikenal sebagai raskin kondisinya kini sangat tidak bagus. Hal ini diungkapkan salah satu warga kepada Tanjungpinang Pos, Senin (18/9) yang mengaku sakit perut setelah mengkonsumsi beras tersebut.

Kondisi berasnya selain bekutu warnanya tidak dalam kondisi putih dan bersih atau cokelat. Kendati demikian, warga merasa sangat terbantu dengan adanya pembagian rastra, karena harganya yang murah. Yaitu Rp 1.600 per kilo yang diterima 45 kilo untuk tiga bulan. Meski demikian, berharap pemberian beras kepada warga tak mampu harus layak konsumsi. “Warnanya sangat kusam, kasihan mau kaish anak-anak makan,” tutur salah satu warga.

Kondisi beras yang kusam dan berkutu bukan kali ini saja, sebelumnya juga sudah pernah dikeluhkan. Bahkan meski sudah dicuci lebih dari tiga kali, setelah di masak warna nasi tetap cokelat. Ini yang membuat warga sangat sedih menerima kenyataan bahwa pemeirntah tidak serius memperharikan beras yang akan diberikan. Lurah Kampung Bulang, Roni Syaputra mengaku sudah menerima laporan kondisi beras tak bagus. Sarannya, masyarakat dapat menukar ke kantor lurah selagi stoknya masih tersedia.

Baca Juga :  Lagi, Nyawa Melayang di Jembatan I Dompak

”Kami terbuka jika masyarakat mau menukar berasnya,” ungkapnya sembari menyebutkan ada sekitar 500 Kartu Keluarga (KK) penerima rasta di kelurahan yang dipimpinnya.

Terkait proses pendistribusian warga bisa memilih mengambil beras karung yang mana karena masih dalam kondisi tertutup. Meski demikian, ia menilai, beras karung 15 kilo sering tidak bagus bila dibandingkan yang ukuran 50 kilo per karung. ”Biasanya demikian, tetapi tidak semua juga. Tergantung dari gudangnya,” paparnya.

Kepala Bidang Ekonomi Kota Tanjungpinang, M Amin mengaku akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dan menanyakan ke Bulog sebagai penyedia beras. Pemko dalam hal ini hanya mendistribusikan serta membayar subsudi sesuai yang ditetapkan. ”Kalau kondisi beras memang kita tak bisa pantau satu per satu, tapi nanti akan saya followup persoalan ini,” paparnya.

Baca Juga :  Pemko Tandatangani MoU HKI dengan Kemenkumham Kepri

Ia menilai, Bulog sebegai penyedia beras harus memberikan yang terbaik sesuai standar yang ditentukan. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah meminta masyarakat untuk aktif memberikan informasi agar beras bisa ditukar. Apakah itu dengan stok di kantor lurah maupun yang di gudang Bulog.

Lis mengakui, dari ribuan KK penerima tentu tidak semua mendapatkan rasta yang baik. Meski demikian, tidak semua juga beras yang diberikan jelek. ”Saya ada juga tanya masyarakat apakah dapat beras rasta yang bagus, mereka jawab bagus. Tapi ada juga memang yang tak bagus dan perlu koordinasi untuk diganti,” ungkapnya.

Baca Juga :  SMPN 2 Tanjungpinang Ikut Lomba Drumben

Ia hanya menegaskan persoalan bagus atau tidak beras menjadi tanggung jawab Bulog sebagai penyedia yang ditunjuk pemerintah pusat. Pihak Pemko akan terus berupaya agar seluruh penerima mendapatkan yang terbaik.

”Jangan sampai ada anggapan beras rasta tak bagus, ini salah harus menerima yang bagus. Kalau hanya bekutu menurut saya biasa, ini menandakan kutu beras saja bisa hidup yang arinya aman dikonsumsi manusia,” paparnya. “Tetapi jangan sampai, dari sekilo beras diterima ada semperampat kutu beras, ini perlu di ganti karena tak sehat lagi,” tambahnya.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here