Kuasai Alquran di Tengah Kampung Agrowisata

0
593
ZULKIFLI pembina Ponpes AL Ihsan mendampingi M Rahman dan ustaz Muzani, memasangkan songkok kepada santri, di sela kegiatan serah terima santri.f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

Melongok Serah terima santri di ponpes al ihsan toapaya bintan

Wajar dan pantas lah, kalau pondok pesantren (Ponpes) yang satu ini diminati orang tua dan santri. Ternyata, Ponpes Al Ihsan di Toapaya, Kabupaten Bintan (Kepri) ini, tempat menguasai Alquran dengan konsep kampung agrowisata.

BINTAN – SATU per satu, kendaraan roda empat dan roda dua masuk ke dalam kawasan perkebunan, di Kampung Cikolek, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Bintan, Minggu (14/7) pagi kemarin.

Sebelumnya jalan aspal, kini sudah menelusuri jalan tanah. Kiri kanan, hanya terlihat area pertanian warga setempat. Cuma, ada satu kawasan peternakan ayam.

Tak sampai lima menit menelusuri jalan tanah, terlihat puncak bangunan menyerupai kubah dengan arsitek atap limas. Semakin dekat, bangunan ini tampak jelas menyerupai masjid.

Waw, masjid ini hampir menyerupai arsitek masjid Demak. Atau seperti bangunan di keraton Jogyakarta. Ya, ini lah Masjid Ponpes Al Ihsan Toapaya-Bintan, sedang dalam tahap penyempurnaan.

Bangunan masjid ini berukuran sekitar 15×20 meter, tanpa dinding yang tinggi. Ya, seperti bangunan di keraton Jogyakarta, dengan atap biru. Tak jauh dari masjid, terdapat mini market, yang menjual pelbagai produk untuk kebutuhan sehari-hari. Lahan parkirnya, bisa menampung belasan mobil dan sepeda motor.

Baca Juga :  Jadikan Kepri Wisata Bahari Dunia

Di kawasan ini pula, terdapat bangunan asrama para santri, dan gedung untuk makan bersama. Di sudut lain, terdapat beberapa pendopo tempat beristirahat. Ada juga lapangan futsal, sampai dengan lapangan olahraga panah dan gedung tempat belajar santri.

Di antara masjid dan bangunan serta fasilitas lainnya, nyaris tak ada lahan yang kosong. Area seluas kurang lebih 4 hektare ini, ditanami pelbagai jenis buah-buahan.

Puluhan pohon durian, rambutan, jambu, matoa, lengkeng dan jenis lainnya sudah tumbuh besar. Bahkan, di kawasan ini sudah ada rambutan yang siap di panen.

”Pondok pesantren Al Ihsan ini, kita konsep menjadi satu kampung agrowisata. Di kampung ini lah, para santri akan menuntut ilmu Alquran dan hadist,” kata Zulkifli, pembina Ponpes Al Ihsan Toapaya-Bintan, saat menerima kedatangan Tanjungpinang Pos, Minggu pagi kemarin.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00. Sebanyak 20 santri rata-rata berusia 12 tahun, mengenakan jubah putih les hitam berkumpul, di bangunan masjid. Para ustaz dan puluhan orang tua pun ikut berkumpul.

Minggu (14/7) pagi kemarin, merupakan hari serah terima santri dari orang tua kepada pengelola Ponpes Al Ihsan. Senin (15/7) ini, mereka sudah menjalani hari pertama pendidikan di Ponpes Al Ihsan, untuk tahun ajaran 2019-2020.

Baca Juga :  Minggu Depan, Lukita Janji Revisi Perka BP Batam

”Mereka ini istimewa. 20 santri ini angkatan pertama di Ponpes Al Ihsan. Kami memang hanya menerima 20 santri, khusus putra saja,” sebut Zulkifli.

Dalam sambutannya, Zulkifli menyampaikan, melepas anak yang baru tamat SD ke pondok pesantren itu, awalnya memang berat. Namun yakin lah, di pondok pesantren Al Ihsan, anak akan diajarkan hidup mandiri.

Selain dari tugas utama, yaitu menghafal Alquran, memahami kandungan Alquran, dan mengamalkan isi Alquran.

Selama tiga tahun, insya Allah, para santri akan menjadi hafiz (hafal Alquran). Dan bakal menjadi anak yang berdakwah, untuk mengajak orang kembali ke jalan Allah SWT, sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Para santri akan dibina para ustaz dan guru. Tak hanya ilmu agama. Para santri juga diberikan ilmu pendidikan umum, dengan mata pelajaran yang sama dengan lembaga pendidikan umum lainnya.

Saat ini, beberapa fasilitas masih dalam penyempurnaan, bakal rampung akhir tahun anggaran 2019 ini. Untuk ke depan, sejumlah fasilitas lainnya, akan dibangun di Ponpes Al Ihsan ini. Mulai dari lapangan voli, sepak takraw, pengembangan asrama santri menjadi 2 tingkat, sampai dengan fasilitas kolam renang.

Baca Juga :  SMSI, Mahasiswa dan Pemerintah Teken Fakta Integritas

”Para santri, selama tiga tahun akan hafal 30 juz Alquran. Di sini pun, anak-anak akan berinteraksi dengan alam, yang sudah kami konsep menjadi kampung agrowisata,” tambah Zulkifli, kepada koran ini.

Usai prosesi serah terima santri dari orang tua kepada pengelola Ponpes Al Ihsan, dilaksanakan doa dan makan bersama. Satu per satu pun kendaraan para orang tua pengantar santri, meninggalkan Ponpes Al Ihsan. Beberapa santri dan orang tua tak kuasa membendung air mata.

Namun, air mata ini menjadi kekuatan untuk membekali anak dengan ilmu Alquran. Serta menjadikan anak yang saleh, yang bakal mendoakan ibu dan bapaknya, ketika di alam kubur nanti.

”Semoga anak kami menjadi anak yang saleh. Hafal dan menguasai kandungan Alquran. Kami yakin, anak kami bisa mandiri di Ponpes yang bernuansa agrowisata ini,” kata seorang wali murid.

Serah terima santri Al Ihsan Toapaya-Bintan ini turut dihadiri Kepala Ponpes Al Ihsan Ustaz Muzani, para guru pesantren, M Rahman dari Kemenag Bintan.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here