Kuasai Bandara RHF, Kelompok Separatis Dilumpuhkan

0
1037
PERSONEL Lanud RHF ketika mengamankan salah satu anggota separatis yang menguasai tower ATC Bandara RHF TanjungpinangF-ADLY HANANI
Sabtu (22/12) tepatnya pukul 05.30 WIB pagi, terdengar suara tembakan di Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang. Aksi tembak memnembak itu tak terelakkan, antara personel TNI Angkatan Udara yakni Lanud RHF Tanjungpinang dengan sejumlah orang kelompok separatis yang menguasai Bandara RHF dengan menggunakan senjata api.

TANJUNGPINANG – Maka, sebagai personel TNI AU yang bertanggung jawab penuh dengan keamanan pangkalan maka langsung menggelar Operasi Pertahanan Pangkalan.

Kelompok tersebut telah menguasai beberapa sektor di Bandara RHF mulai dari apron pesawat, terminal penumpang, pemadam kebakaran, Air Traffic Controller (ATC) serta stasiun radar Bandara RHF.

Adanya aksi teror itu, pihak Lanud RHF menurunkan 6 regu personel untuk menguasai kembali Bandara RHF.

Awalnya, sejumlah personel Lanud RHF terjaga dengan adanya suara tembakan di dekat Markas Lanud RHF.

Dengan sigap, sejumlah personel keluar dan langsung mengambil tindakan untuk mengamankan perimeter markas dengan persenjataan lengkap dan bersiaga penuh.

Baca Juga :  CPNS 2018, Prioritas Sarjana Maritim

Belakangan diketahui, aksi kelompok separatis tersebut telah menguasai bandara.

Tak lama kemudian, personel Lanud RHF dengan bersenjata lengkap perlahan bergerak menuju Bandara RHF untuk dikuasai kembali.

Dalam waktu 1 jam, seluruh anggota kelompok separatis yang menguasai Bandara RHF dapat dilumpuhkan.

Masing-masing regu telah berhasil mengamankan titik strategis, yang sebelumnya telah dikuasai kelompok separatis tersebut.

Selama kurang lebih 1 jam, hingar bingar suara rentetan tembakan dari personel Lanud RHF dan kelompok separatis akhirnya terhenti

Beruntunglah, kesiapan seluruh personel Lanud RHF benar teruji dan mampuh melumpuhkan kelompok separatis tersebut tanpa ada korban sipil yang berjatuhan.

Aksi pertahanan pangkalan itu, merupakan salah satu bentuk simulasi darurat jika bandara benar-benar dikuasai kelompok teror yang dapat membahayakan masyarakat.

Terlebih, di kawasan vital seperti bandara tentunya harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi dari bentuk ancaman apa pun yang dapat membahayakan keselamatan orang banyak.

PERSONEL Lanud RHF ketika berlatih pengamanan VIP di Bandara RHF Tanjungpinang
F-ADLY HANANI/TANJUNGPINANG POS

Latihan Pertahanan Pangkalan tersebut, dibuka langsung oleh Komandan Lanud RHF Kolonel Pnb M Dadan Gunawan ST MM di Markas Komando Lanud RHF Jalan Nusantara KM 12 arah Kijang.

Baca Juga :  2.200 Siswa Adu Ketangkasan di Korem

Dadan mengingatkan kepada seluruh personelnya yang terlibat dalam Latihan Pertahanan Pangkalan, latihan tersebut harus dijalani dengan penuh hati-hati dan teliti.

“Faktor keamanan personel adalah hal yang utama dalam latihan ini. Karena bergerak di malam hari, tentunya perlu dipersiapkan dengan matang karena membawa senjata. Sebenarnya, untuk jenis operasi pertahanan pangkalan ini merupakan tugas dari unsur Batalyon Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU. Tetapi belum tersedia, namun tugas ini kita harus laksanakan sendiri. Nah, latihan ini mereka menghadapi situasi yang dirancang sesungguhnya. Sehingga, dengan latihan ini personel memiliki tingkat kesiapan yang mumpun jika suatu saat harus merebut pangkalan yang dikuasasi separatis,” jelas Dadan, kepada Tanjungpinang Pos.

Baca Juga :  Besok, FSIGB Dibuka

Selain itu, Dadan berpesan segala peralatan yang dibawa personel jangan sampai tertinggal.

Kadis Ops Lanud RHF Mayor Lek Waroyo turut serta memimpin, dan memantau aksi personel Lanud RHF dalam menguasai pangkalan.

Ia sedikit bercerita dari pengalamannya, yang pernah bertugas didaerah konflik dalam mempertahankan markasnya dari serangan separatis semasa tugas di Papua.

Sehingga, segala persiapan latihan termasuk taktik tempur kepada masing-masing komandan regu yang memimpin anggota regunya sebelum menyerang untuk merebut pangkapalan dilakukan dengan matang.

“Dari latihan ini, saya akan melihat bagaimana personel masing-masing regu dapat menguasai titik yang dikuasai separatis. Mulai dari kesiapannya termasuk fisik, taktik dan juga mental personel dalam membangun sebuah serangan untuk merebut kembali pangkalan yang dikuasai separatis,” terang Wardoyo.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here