Kuliah di ITEBA, Serasa di Luar Negeri

0
4704
MAKET pembangunan Kampus ITEBA di Tiban, Batam yang saat ini dalam proses pembangunan.f-istimewa
Sejumlah perguruan tinggi di Kepri, khususnya di Batam, terus berbenah meningkatkan fasilitas dan kualitas. Bahkan ada kampus di Batam yang kompetensinya sudah diakui internasional. Jurusan yang ditawarkan juga makin beragam, sehingga lulusan SLTA di Kepri tak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk kuliah.

BATAM – Salah satunya, Institut Teknologi Batam (ITEBA) memberikan suasana kampus yang asri dan menginspirasi dalam kegiatan perkuliahan. ITEBA bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), kembali menerima mahasiswa baru, untuk gelombang kedua.

Bagi pelajar di Kepri, yangi ini kuliah di Iteba di Batam, bisa memilih jurusan Fakultas Teknologi Industri, terdiri dari dua program studi (prodi) yaitu Teknik Industri (S1) dan Manajemen Rekayasa (S1). Kemudian, Fakultas Teknologi Informasi terdiri dari empat prodi yaitu Sistem Informasi (S1), Teknik Komputer (S1), Desain Komunikasi Visual (S1), dan Matematika (S1).

Untuk Prodi Studi Teknik Industri bertujuan menghasilkan sarjana yang ahli dalam pengoperasian, perancangan dan aplikasi sistem internal dari manusia, mesin, modal, material, informasi, dan mode kerja di bidang industri, jasa dan pemerintah. Kampus Iteba rencananya berlantai delapan tersebut bersebelahan dengan kampus Batam Tourism Politeknik (BTP).

Andi memberikan contoh, bila mahasiswa mengambil jurusan Sistem Informasi maka prospek kerja setelah taman kuliah, yakni bisa bekerja sebagai sistem analisa, sistem developer, IT Support/Auditor, Teknnology Project Manager, Programmer dan Tecnopreuner.

Studi Teknik Industri, prospek kerjanya, bisa bekerja di bidang keuangan, bidang produksi, bidang manajemen keuangan, bidang manufaktur, bidang logistik, analisis penjaminan kualitas dan bidang konsultasi manajemen.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Anak di Kepri Masih Tinggi

Jurusan Studi Manajemen Rekayasa, prospek kerjanya, bisa jadi konsultan HRD, konsultan pemaasaran, konsutan manajemen operasi, bidang manajemen, bidang pendidikan dan bidang wiraswasta. Begitu juga dengan program studi matematikan,prospek kerjanya, bisa di departemen keuangan, analisis data statistik, asuransi, finance/pegawai bank, aktuari, arsitektur dan tekni sipil, penlitian & analisa dan eksplorasi bidang data.

Humas ITEBA, Andi Mapisangka mengatakan kemudian Prodi Manajemen Rekayasa, merupakan keilmuan yang mengkombinasikan ilmu rekayasa (engineering) dengan keahlian manajemen untuk memimpin suatu tim yang berisi para tenaga ahli dalam mengerjakan persoalan-persoalan pembaharuan sistem dan organisasi.

Sehingga dapat dipahami interaksinya secara holistik, serta mampu membuat keputusan prasional dalam pembaharuan pemasaran, manusia dan operasi.

Selanjutnya Prodi Sistem Informasi bertujuan untuk menghasilkan tenaga profesional yang ahli dalam memadukan bidang rekayasa, pengelolaan serta aplikasi sistem informasi komputer, sistem penunjang keputusan dan sistem basis data.

Prodi Teknik Komputer bertujuan untuk menghasilkan tenaga profesional yang ahli dalam bidang rekayasa perangkat lunak komputer, inteligensia buatan dan program-program aplikasi komputer yang sangat dibutuhkan oleh industri medern, pemerintah dan bidang swasta lainnya.

Seterusnya Prodi Desain Komunikasi Visual merupakan ilmu komunikasi yang memanfaatkan elemen-elemen visual seperti warna, desain dan etika dengan tujuan membuat pesan tersampaikan secara efektif dan efisien.

Baca Juga :  Road Race Masuk Ajang Porprov

Kemudian, Matematika merupakan abstraksi dari berbagai fenomena nyata yang disertai dengan penalaran yang ketat dan terstruktur rapi, dan senantiasa menganut pola kerja yang rumit dan sistematis, digunakan oleh hampir semua kehidupan, baik dalam bidang rekayasa, sosial, ekonomi, kedokteran dan lainnya.

Kata dia, ITEBA dibangun sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Batam, Kepri umumnya. ITEBA yang memiliki moto Competence in Technology itu telah mendapat izin dari Menristekdikti, SK Nomor: 601/KPT/I/2017 tentang izin pendirian ITEBA di Batam, Kepri, yang diselenggarakan Yayasan Vitka.

Sambung dia, ITEBA menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan dan pembelajaran di bidang sains, teknik, dan desain yang dapat menghasilkan lulusan yang andal di bidangnya.

ITEBA perlu membuka prodi yang tidak ada di Institut Teknologi Bandung (ITB). Perlu juga dibuat terobosan dengan ruang belajar yang tidak terlalu luas. Laboratorium lengkap, dan absen paperless. Dosennya 50 persen dari praktisi industri, dan 50 persen lagi dosen dari akademisi berkompetensi.

”ITEBA yang berada di bawah naungan Yayasan Vitamin Orang Kaya (VITKA) akan sangat membantu Kepri, dan Indonesia dalam menghasilkan tenaga ahli di bidang teknologi industri dan teknologi informasi,” sebut Nasir yang sedikit bergurau dengan mempelesetkan kepanjangan Vitka. Gurauan Nasir ini mengundang gelak tawa hadirin sekaligus mencairkan suasana sore dengan langit teduh kala itu.

ITEBA papar Nasir, fokus pada kualitas, SDM, manajemen, sarana dan prasarana. Melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi nasional dan internasional. Itu akan mengangkat nama baik, kualitas ITEBA, serta alumnus ITEBA. Saat ini, baru tiga perguruan tinggi nasional masuk kelas dunia yaitu: Universitas Indonesia (UI) dengan level 277, ITB level 351, dan UGM level 401. Ini perlu menjadi perhatian semua pihak.

Baca Juga :  Satu dari 24 Pemasok Xiaomi Ajukan Investasi

Masih soal kualitas papar Nasir, Indonesia memiliki 257 juta penduduk, dan memiliki 4.579 perguruan tinggi negeri dan swasta. Sementara China, memiliki 1,4 miliar penduduk, dan memiliki 2.824 perguruan tinggi. Perguruang tinggi di Indonesia relatif banyak. Agar perguruan tinggi nasional bisa berada di level teratas, tidak ada jalan lain selain meningkatkan mutu.

Disain animasi kata Nasir sangat penting dan dibutuhkan dunia industri dan negara. Di satu negara, ada hasil kerja amimasi dijual dengan harga 1,5 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 18 miliar.

Nasir sangat berharap ITEBA bisa menjadi agen pembaharu untuk mendorong kemandirian pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang sains, teknik, dan desain. Lulusan ITEBA diharapkan memiliki daya saing tinggi, membanggakan Indonesia karena berbatasan dengan Malaysia dan Singapura. ”Fasilitas yang kita sediakan lengkap,” ujarnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here