Kuota CPNS Guru hanya Sepertiga

0
89
KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG (kanan) saat menyampaikan pengarahan kepada siswa baru di Lapangan Pamedan di awal tahun ajaran baru 2018-2019. F-martunas/tanjungpinang pos

Diterima 164, Pemko Tanjungpinang Butuh 500 Guru

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) telah menyetujui kota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Tanjungpinang 237 orang dengan jumlah guru 164 orang atau sepertiga dari kebutuhan guru di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – NAMUN dari 622 CPNS yang diusulkan Pemko dan kebanyakan guru, kuota yang diberikan tetap tidak mencukupi. Sebab, Pemko Tanjungpinang butuh guru yang lebih banyak lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, kebutuhan guru di Ibu Kota Provinsi Kepri ini sekitar 500 orang. Itu kebutuhan untuk SD dan SMP. Sebab, SMA sederajat sudah menjadi kewenangan provinsi.

”Baru sepertiga yang disetujui. Kita butuhnya 500-an orang. Dua pertiga dari kebutuhan guru nanti tetap menggunakan tenaga honorer. Tapi kita tetap berterimakasih meski kuota yang disetujui tak mencukupi untuk kebutuhan di sekolah-sekolah yang ada di Tanjungpinang ini,” ujar Dadang kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Selasa (25/9) kemarin.

Dadang menjelaskan, penerimaan CPNS yang dilakukan pemerintah terakhir 10 tahun lalu. Waktu ini makin lama setelah adanya moratorium (penundaan) penerimaan CPNS secara nasional. Sehingga, selama 10 tahun ini banyak guru yang pensiun, pindah atau meninggal dunia. Belum lagi bertambahnya Unit Sekolah Baru (USB) dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).

Penambahan sekolah dan ruangan baru membutuhkan guru, sementara jumlah guru bukannya bertambah, justru berkurang. Sehingga kebutuhan guru makin banyak hingga akhirnya kekurangan guru itu sekitar 500 orang.

Kemudian, kata Dadang, guru yang diangkat dengan Inpres tahun 1970-an (1974, 1975), dalam lima tahun ini hampir seluruhnya akan pensiun mulai tahun 2015, 2016, 2017, 2018 hingga 2019 nanti.

”Akan ada yang pensiun setiap tahun diantara guru Inpres itu. Jadi, kebutuhan guru di Tanjungpinang tetap akan berkurang ke depan karena banyak yang pensiun. Sampai tahun depan akan terus pensiun,” tambahnya lagi.

Secara nasional, guru Inpres ratusan ribu orang. Dan tahun 2018 ini diperkirakan pensiun sekitar 400 ribu orang. Sehingga kekurangan guru di Indonesia diperkirakan 530 ribu orang. Sedangkan KemenPAN-RB hanya menerima sekitar 80 ribu guru CPNS tahun ini dari yang dijanjikan sebelumnya 100 ribu orang.

Ketika ditanya apakah Disdik Kota Tanjungpinang akan memutus hubungan kerja atau memutus kontrak guru honor sebanyak jumlah CPNS yang akan diterima, Dadang masih berat menjawabnya.

Namun ia yakin, diantara 500-an guru honor di Tanjungpinang masih ada yang usianya di bawah 35 tahun. Sehingga masih ada kesempatan bagi mereka untuk mengubah status dan kehidupan sosialnya dengan ikut mendaftar CPNS.

”Mudah-mudahan guru honor yang mendaftar CPNS nanti masuk semua. Karena masih banyak yang muda-muda. Yang susah itu sekarang banyak guru honor yang usianya di atas 35 tahun. Sehingga mereka tidak bisa lagi mengikuti CPNS. Karena batas usia mendaftar CPNS ini maksimal 35 tahun,” bebernya.

Dadang mengatakan, banyak guru honor yang sudah tua dan tidak bisa lagi mendaftar sebagai CPNS karena sudah 10 tahun tidak dibuka penerimaan CPNS. ”Kita bayangkan lah dari kuliah dan kerja 10 tahun. Usia mereka sudah berapa sekarang. Bahkan ada yang jadi honor di atas 10 tahun. Berarti tak bisa lagi daftar CPNS. Nah, kita minta yang usianya masih bisa

mendaftar, silahkan mendaftar. Persiapkan berkas pendaftaran. Persiapkan diri untuk mengikuti tes nanti. Semoga bapak ibu bisa lulus tes nanti dan diangkat menjadi CPNS,” harap Dadang.

Dadang juga meminta kepada para guru agar dengan tulus dan ikhlas mengajar anak-anak didik di Tanjungpinang meski jam mengajarnya sudah melebihi 24 jam. Sebab, dirinya pun saat menjadi guru tetap mengabdikan waktunya untuk siswa tanpa imbalan. Sebab, dia itu mengajar 40 hingga 42 jam per minggu demi generasi muda bangsa ini.

Dadang mengatakan, saat ini guru terutama PNS sudah diberi tambahan kesejahteraan oleh pemerintah dengan adanya tunjangan-tunjangan termasuk sertifikasi. Jadi, jika jam mengajar melebihi 24 jam, maka jangan mengharap imbalan. Bekerjalah dengan ikhlas, dengan kemajuan pendidikan di Tanjungpinang.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here