Kuota Ekspor Bauksit 1,5 Juta Ton

0
3573
H Amjon

Menteri ESDM Keluarkan Izin PT Lobindo

TANJUNGPINANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara telah memberikan rekomendasi persetujuan ekspor mineral bauksit dengan nomor surat 2350/30/DJB/2017.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Pemprov Kepri, Amjon terkait ekspor bauksit sudah bisa dilakukan saat ini. Hal yang sama disampaikan Direktur Utama PT Berkah Pulau Bintan, B Susanto bahwa saat ini dirinya sedang melanjutkan mengurus izin ke Menteri Perdagangan terkait urusan Perdagangan Luar Negeri untuk memperoleh Surat Persetujuan Ekspor (SPE).

Manajemen PT Berkah Pulau Bintan berkomitmen membangun smelter, refinery aluminium ingot dan juga sudah terlebih dulu mengantongi izin dari kepala BKPM pusat atas nama Menteri ESDM nomor 82/I/2017.

Dimana izin IUP OPK PT BPB ini, sifatnya nasional, bisa mengambil atau membeli bahan baku bauksit untuk pabrik dari kawasan seluruh Indonesia yang mengandung bauksit karena ditandatangani kepala BKPM atas nama menteri ESDM.

”Beda halnya dengan IUP OPK yang ditandatangani Gubernur, bahan baku pabrik hanya bisa diperoleh dari provinsi yang sama dengan lokasi pabrik dalam hal ini tidak boleh membeli atau mengambil dari luar provinsi yang bersangkutan,” jelasnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (3/11).

Saat ini, untuk bauksit hanya tiga perusahaan yang mengantongi IUP OPK, yang sifatnya nasional, antara lain PT. Antam Tbk. PT.WHW dan PT Berkah Pulau Bintan (BPB). Ketentuan bahan baku bauksit yang aman diekspor sesuai ketentuan relaksasi ekspor juga berlaku sesuai dengan ketentuan IUP OPK apakah nasional atau lokal.

Disinggung kapan akan melakukan ekspor tersebut di Kepri, Budi menyampaikan, kemungkinan pertengahan November. Saat ini PT Lobindo Nusa Persada melakukan eksplorasi di Bintan, Lingga dan Karimun. ”Rencananya, nambangnya di Bintan, ekspor ke China,” jelasnya.

Sebagai informasi, PT. BPB berhasil memperoleh rekomendasi persetujuan ekspor mineral bauksit yang mana rekomendasi ekspornya tersebut dikeluarkan atas nama PT Lobindo Nusa Persada, selaku perusahaan pemilik IUP OPK Nomor 1037 tahun 2017 yang juga anak perusahaan yang memiliki saham di PT BPB.

Kepala Distamben, ESDM Kepri Amjon membenarkan bahwa PT Lobindo Nusa Persada yang juga anak perusahaan PT BPB. Menurut Amjon, di Kepri PT Lobindo itu sudah mendapat kuota 1,5 juta ton per tahun untuk menjual. Sudah keluar SK menterinya.

Jadi Kepri salah satu provinsi yang disetujui Menteri ESDM untuk mendapat kuota sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Yakni PT BPB yang merupakan anak perusahaannya PT Lobindo Nusa Persada. Tinggal nanti, kata dia, si pengusaha mengurus Persetujuan eskpor (PE) ke Menteri Perdagangan RI untuk mendapatkan pengurusan izin ekspor.

Ia menjelaskan, PP No.01 tahun 2017 membolehkan ekspor bauksit atau menjualnya dalam daerah dengan catatan, pemegang IUP punya komitmen untuk membangun smelter. Komitmen itu, lanjut dia, diberikan sampai batas waktu lima tahun berlaku sejak 2017 ini. Pemegang IUP harus siap membangun smelter.

”Izin bauksit boleh dijual untuk ekspor dan boleh untuk dalam negeri. Karena PP sudah ada, maka dikeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017 (Permen ESDM 5/2017), dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017 (Permen ESDM 6/2017). Permen No.5 itu untuk membuat smelter. Permen No.6 dikasih waktu 5 tahun untuk bross wash, pencucian 42 persen,” tegasnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here