Kuota Sementara CPNS Kepri 1.082

0
931
TNI latih CPNS, belum lama ini di Senggarang, Tanjungpinang. f-dok/tanjungpinang pos

Tiga Daerah Belum Umumkan Data

Data sementara empat kabupaten/kota di Kepri, jumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibutuhkan di empat kabupaten/kota di Kepri sekitar 1.082 orang.

KEPRI – JUMLAH ini masih bertambah dari Pemko Batam, Pemkab Lingga dan Pemprov Kepri. Sementara Pemkab Karimun tidak menerima CPNS tahun ini. Sehingga dari awal, Pemkab Karimun tidak mengusulkan kuota CPNS.

Sebelumnya pemerintah Kabupaten Natuna telah mengusulkan sekitar 1.500 CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB). Namun yang disetujui sekitar 290 orang saja.

Usulan tersebut sudah diserahkan langsung ke kementerian dalam rangka mengisi beberapa formasi yang masih banyak dibutuhkan di lingkungan Pemkab Natuna.

”Betul, tahun 2018 ini kita mendapatkan jatah 290 kuota CPNS yang dibuka oleh MenPAN-RB dari 200 ribuan CPNS se-Indonesia,” ujar Ewita Yuda Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkab Natuna melalui selulernya, Minggu (9/9).

Dikatakannya, Natuna mendapatkan jatah hanya 290 kuota CPNS. Ketetapan jumlah itu berdasarkan pembagian dari 525 kabupaten kota seluruh Indonesia.

”Dari 290 kuota itu, ada tiga formasi kepegawaian yang diterima yakni tenaga pendidikan sebanyak 160 orang, tenaga kesehatan sebanyak 100 orang dan tenaga teknis sebanyak 30 orang. Sekarang ini kita lagi mempersiapkan teknisnya,” jelasnya.

Untuk persiapan pelaksanaan nanti, pihaknya masih harus menunggu arahan langsung dari pimpinan daerah. Karena pelaksanaannya menggunakan anggaran daerah.

”Kita masih perlu berkoordinasi ke pimpinan daerah untuk pelaksanaannya. Dan menunggu arahan beliau,” tutupnya.

Sebelumnya Bupati Hamid pernah mengharapkan tahun ini penerimaan CPNS bisa terlaksana, karena saat ini Natuna masih banyak membutuhkan formasi di bidang kesehatan seperti dokter spesialis, kemudian guru sesuai dengan jenjangnya dan formasi teknis.

Bintan Susun Formasi
Bupati Bintan H Apri Sujadi mengatakan, kuota CPNS bagi Pemkab Bintan yang disetujui KemenPAN RB 250 orang dari 300 yang diajukan.

”Kuotanya terdiri dari, tenaga kependidikan (guru) 150 orang, 70 orang tenaga kesehatan dan 30 orang tenaga teknis,” ujarnya singkat, kemarin.

Sekda Bintan Adi Prihantara menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyusun formasi apa saja yang diterima nanti. ”Kita perkirakan Senin (hari ini, red) sudah selesai penyusunan formasi itu dan langsung kita serahkan ke BKN,” jelasnya.

Dari sebanyak 238.015 orang CPNS akan diterima tahun ini di seluruh Indonesis. Kuota pemerintah daerah se-Indonesia 186.744 orang. Kuota kementerian/lembaga 51.271 orang. Kuota Pemkab Anambas sendiri disetujui 296 orang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar menjelaskan, sebelumnya mereka mengusulkan 500 orang CPNS. Namun yang disetujui hanya 296 orang.

Pemda Anambas belum menentukan berapa jumlah formasi tenaga pendidikan, kesehatan maupun tenaga teknis yang diterima nanti.

”Lebih dari separuh kita peroleh dari usulan yang kita sampaikan kemarin. Pastinya kita Pemda Anambas akan membuka ruang CPNS sebanyak 296 orang sesuai dengan yang diperoleh dari Kemenpan RB. Untuk lebih detailnya tunggu beberapa hari lagi akan kami umumkan ke media sekaligus gelar pers,” tegasnya.

Lebih Banyak Guru
Pendaftaran CPNS akan dibuka 19 September mendatang. Sekitar 90 daerah di Indonesia sudah menerima kuota penerimaan untuk masing-masing daerah, termasuk Tanjungpinang.

Kepala BKSDM Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan mengatakan, kuota yang diberikan Kemenpan RB untuk Tanjungpinang yaitu 246 orang. Formasi yang paling banyak dibutuhkan lulusan kependidikan atau menjadi guru.

Ia menuturkan, dari 246 kuota penerimaan CPNS formasi lulusan kependidikan disediakan 164 orang. Diurutan kedua, tenaga medis yaitu 66 orang dan sisanya 17 formasi untuk bidang teknis.

Tengku menuturkan, rincian untuk guru, terdiri dari tiga orang lulusan kependidikan guru agama Buddha dan 22 orang lulusan kependidikan guru agama Islam. Sisanya untuk berbagai mata pelajaran lainnya.

Sedangkan untuk tenaga medis, dibutuhkan 10 dokter umum, selain itu dokter spesialis kulit dan anak, masing-masing dua orang. Serta dokter gigi tiga orang ditambah perawat spesialis gigi empat orang. Sisanya, 16 orang lulusan keperawatan dan 17 untuk formasi bidan.

Selain itu, Tengku menyebutkan untuk 17 formasi teknis terdiri dari berbagai lulusan disiplin ilmu.(YENDI-HARDIANSYAH-DESI-INDRA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here