Kurang Pupuk, Petani Natuna Mengadu ke Haripinto

0
155
ANGGOTA DPD RI Dapil Kepri, Haripinto (kiri) saat meninjau lokasi persawahan di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Jumat (14/12). f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Anggota DPD RI Dapil Kepri, Haripinto menyambangi petani padi di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Jumat (14/12).

Dalam kunjungannya itu, Haripinto mendapat berbagai keluhan dari petani seputar kebutuhan pupuk subsidi yang belum bisa dinikmati petani secara maksimal.

Didampingi Ketua BPD Air Lengit, Chandra Adi Kusuma dan anggotanya Romlan serta Sekdes Air Lengit, Juni Wahyono, Haripinto langsung berdialog dengan kelompok tani padi di RT 01 RW 01 Desa Air Lengit.

Dalam dialog itu, petani padi meminta Haripinto untuk menyuarakan soal ketersediaan pupuk subsidi yang selalu kurang di sana.

”Keluhan kami yang paling utama adalah pasokan pupuk subsidi pak. Selama ini kami masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi,” tutur Sadri salah seorang petani padi.

Selain kendala pupuk subsidi, petani padi di Air Lengit juga menginginkan adanya bantuan pagar.

”Hama yang paling dikhawatirkan petani di sini adalah babi. Kalau kita gak ekstra ketat, bisa gagal panen,” timpal Ketua BPD Air Lengit, Chandra Adi Kusuma.

Selanjutnya, anggota DPD RI, Haripinto mengatakan, apa yang menjadi keluhan petani akan ia sampaikan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Statusnya sebagai anggota DPD RI hanya bisa sebatas memberi masukan dan usulan kepada pemerintah dan lembaga kementerian terkait.

”Bisa dibayangkan, gara-gara kurang  pupuk, hasil panen petani jadi gak maksimal. Kalau memang persoalannya ketersediaan pupuk subsidi sangat sedikit, saya akan bantu sampaikan kepada kementerian terkait,” katanya.

Sektor pertanian di Natuna, kata Haripinto, harus didukung secara penuh oleh pemerintah. Ketahanan pangan di pulau terdepan NKRI ini harus terjamin.

”Ini tugas kementerian terkait dan pemerintah daerah agar sektor pertanian di Natuna terus maju. Apalagi tahun ini pemerintah pusat mengucurkan dana puluhan miliar untuk pembangunan irigasi,” paparnya.

Untuk meningkatkan produksi petani di Natuna, maka distribusi pupuk subsidi harus cepat. Jumlahnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan petani.

”Saat musim memupuk, pupuknya tak ada. Gimana petani mau nambah hasil. Saya akan sampaikan agar distribusinya tepat waktu. Jangan sampai masa memupuk, justru itu yang tak ada,” tegasnya.

Menurutnya, ketersediaan pangan di Natuna tidak harus dipasok dari luar daerah. Sebab secara geografis, lahan tidur di Natuna sangat luas. Jika dikelola dengan baik, sektor pertanian, perkebunan juga dapat berkembang.

”Selain kelautan, pertanian dan perkebunan juga memiliki peranan penting dalam kemajuan Natuna,” tandasnya.

Usai berdialog langsung dengan petani, Haripinto menyempatkan diri untuk berswafoto dengan petani. Ia juga menyempatkan diri melihat bangunan embung di sekitar lahan sawah petani.

”Ini sudah luar biasa, embung sudah ada, irigasi sudah ada, jadi pertanian di desa ini harus lebih maju lagi. Soal pupuk subsidi akan saya sampaikan langsung ke instansi terkait. Ini PR buat saya saat berada di Jakarta nanti,” jelasnya lagi.

Haripinto juga mengatakan, pemerintah harusnya sudah tahu kebutuhan pupuk untuk nelayan Natuna dan Lingga yang kini dijadikan kawasan baru pembukaan pencetakan persawahan. Di Natuna, progres pencetakan sawahnya bagus dan hasilnya bagus. (hrd/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here